Ethiopia Tegaskan Kedaulatan Tigray di Tengah Aspirasi Kemerdekaan

--

Addis Ababa, HARIANOKUSELATAN – Pemerintah Ethiopia menegaskan tidak akan melepaskan region Tigray untuk merdeka, di tengah aspirasi sebagian masyarakat yang masih menginginkan kemerdekaan. Langkah ini diambil untuk menjaga keutuhan wilayah dan memperkuat ekonomi nasional.

Keinginan merdeka yang berkembang di Tigray dianggap berpotensi memperburuk isolasi Ethiopia dari akses laut. Sebelumnya, Ethiopia telah kehilangan wilayah pesisir setelah Eritrea dan Djibouti merdeka, serta Somalia yang memilih bergabung dengan negara tetangga.

Perdamaian antara Ethiopia dan Eritrea yang dirintis Perdana Menteri Abiy Ahmed pada 2019 sempat membuka peluang akses pelabuhan di Eritrea. Namun, konflik di Tigray menjadi penghalang arus barang dan kerja sama ekonomi kedua negara.

Abiy Ahmed, penerima Nobel Perdamaian, mengedepankan pendekatan bisnis untuk mengatasi keterisolasian Ethiopia. Salah satunya dengan membeli saham pelabuhan Djibouti bersama investor Tiongkok dan Dubai. Langkah ini memungkinkan Ethiopia berperan dalam pengelolaan pelabuhan, memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara.

Selain itu, Ethiopia juga berhasil membangun Bendungan Kebangkitan (Renaissance Dam) di Sungai Nil, proyek energi terbesar di Afrika yang menghasilkan listrik dan mendukung irigasi pertanian. Meski sempat menuai protes dari Mesir, bendungan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan nasional dan regional.

Pemerintah Ethiopia terus mendorong kerja sama bisnis sebagai solusi diplomasi, terutama di wilayah miskin seperti Tigray dan Eritrea. Dukungan dari Tiongkok dan Turki diharapkan mampu memperkuat kemitraan ekonomi dan meredam konflik separatis di kawasan tersebut.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan