Strategi Naturalisasi PSSI Berhasil, Rival ASEAN Mulai Ikut-ikutan

Thailand dan Vietnam Panik Kehilangan Wonderkid MU, Timnas Indonesia Makin Dekati Piala Dunia. -Foto: PSSI.-

JAKARTA, HARIANOKUSELATAN.ID - Program naturalisasi yang dijalankan oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia tampaknya mulai menarik perhatian rival di Asia Tenggara. Keberhasilan Indonesia dalam merekrut pemain keturunan berkualitas telah membuat Vietnam, Thailand, dan Malaysia turut berupaya mengikuti langkah serupa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berhasil menambah kekuatan tim nasional dengan mendatangkan pemain keturunan yang memiliki pengalaman bermain di liga Eropa. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas tim, tetapi juga memberikan tekanan bagi negara-negara tetangga untuk melakukan hal yang sama.

BACA JUGA:Bongkar Mafia Minyak! Kejagung Gerebek Terminal BBM Tanjung Gerem

BACA JUGA:Kasasi Ditolak, SYL Tetap Dipenjara 12 Tahun dan Wajib Bayar Rp44 Miliar atau Tambah 5 Tahun Bui

Vietnam dan Thailand mulai menyusun strategi mereka sendiri untuk menyaingi program naturalisasi Indonesia. Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dikabarkan menjalin kerja sama dengan federasi sepak bola Jerman (DFB) guna mencari talenta keturunan Vietnam yang berkarier di Eropa. Beberapa klub Bundesliga juga disebut akan melakukan kerja sama dengan Vietnam dalam pengembangan pemain muda.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) juga tidak ingin tertinggal. Madam Pang, tokoh penting dalam sepak bola Thailand, mengakui bahwa dirinya terinspirasi oleh langkah PSSI dalam meyakinkan pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional. Thailand kini sedang membidik pemain muda yang memiliki darah Thailand dan bermain di Eropa untuk memperkuat tim mereka, terutama dalam menghadapi turnamen internasional.

BACA JUGA:Dinas Damkar Minta Sinergitas Semua Elemen Dalam Menanggulangi Kebakaran

BACA JUGA:Napi Muaradua Kembali Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

Di sisi lain, Malaysia tampaknya masih tertinggal dalam upaya merekrut pemain keturunan. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghadapi tantangan dalam merayu pemain berdarah Malaysia yang bermain di luar negeri. Beberapa target mereka masih enggan untuk bergabung karena faktor kompetisi domestik yang belum sekompetitif liga-liga besar di Asia maupun Eropa.

Keberhasilan Indonesia dalam proyek naturalisasi ini semakin terlihat dengan kehadiran sejumlah pemain keturunan di skuad utama. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level Asia Tenggara tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam bersaing di kancah Asia dan dunia.

BACA JUGA:Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Kunjungi Puskesmas Muaradua

BACA JUGA:Tim Dinas Damkar Bantu Warga Evakuasi Ular Sawah Ukuran Jumbo

Langkah-langkah yang diambil oleh PSSI juga mendapat perhatian dari berbagai media asing, termasuk media Vietnam yang kerap menyoroti perkembangan sepak bola Indonesia. Dengan semakin banyaknya negara ASEAN yang mulai mengikuti jejak PSSI, persaingan sepak bola di kawasan ini diprediksi akan semakin ketat di masa mendatang.

Di tengah tren ini, PSSI terus berupaya memperkuat tim nasional dengan pendekatan yang lebih sistematis, termasuk melalui program pembinaan usia muda dan kerja sama dengan federasi sepak bola Eropa. Keberhasilan proyek ini akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai prestasi lebih tinggi di kompetisi internasional.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan