Prabowo Bangun 200 Sekolah Berasrama untuk Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan pengantar saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas persiapan jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. -Foto: Hafidz Mubarak A/tom.-

JAKARTA, HARIANOKUSELATAN.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana pembangunan 200 sekolah rakyat berasrama pada tahun 2025. Sekolah ini akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, dengan tujuan utama membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

“Kami telah memutuskan untuk segera membangun 200 sekolah rakyat berasrama tahun ini. Sekolah-sekolah ini akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang berasal dari lingkungan dengan tingkat kesejahteraan rendah,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Presiden menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Dengan adanya sekolah berasrama, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik dan tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang dialami oleh orang tua mereka.

BACA JUGA:Tim Hukum Hasto: Dakwaan KPK Bentuk Balas Dendam Politik

BACA JUGA:Paul Scholes Kritik Chelsea: Cole Palmer Perlu Tantangan Lebih Besar

Prabowo mencontohkan bahwa anak-anak dari keluarga yang bekerja sebagai pemulung atau buruh harian harus diberikan peluang untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan yang berkualitas dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.

Dalam skema awal, setiap sekolah berasrama dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa. Namun, Presiden menyadari bahwa pada tahun pertama jumlah tersebut mungkin belum terpenuhi secara optimal. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memastikan bahwa dalam enam bulan setelah sekolah mulai beroperasi, jumlah siswa dapat bertambah secara bertahap hingga mencapai target.

BACA JUGA:Laga Penentuan! Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Bahrain di GBK

BACA JUGA:Rombongan Jemaah Umrah Indonesia Kecelakaan di Jeddah, 6 Orang Meninggal dunia

“Saya harap dalam enam bulan ke depan, jumlah siswa yang terdaftar bisa mencapai 1.000 orang per sekolah. Ini harus dipastikan oleh Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan. Saya ingin laporan progresnya secara berkala,” tegasnya.

Dari total 200 sekolah yang direncanakan, sebanyak 53 sekolah akan segera diresmikan dalam waktu tiga bulan mendatang. Prabowo menjelaskan bahwa beberapa lokasi sudah memiliki bangunan dan lahan yang tersedia, sehingga hanya membutuhkan sedikit renovasi untuk segera digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Sementara itu, pembangunan 147 sekolah lainnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:Polri Bongkar Jaringan TPPO, 699 WNI Korban Scam Dipulangkan dari Myanmar

BACA JUGA:Puskesmas Muaradua Cek Kesehatan Napi Dilapas

Presiden juga menargetkan pembangunan 200 sekolah rakyat setiap tahun selama lima tahun ke depan. Dengan target ini, setiap kabupaten di Indonesia diharapkan memiliki setidaknya satu sekolah rakyat berasrama, terutama di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan