Mengapa Umur Mempengaruhi Kualitas Bermain Game di Usia Dewasa?

Ilustrasi lagi main game.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID Saat masih anak-anak, bermain game terasa seperti aktivitas paling menyenangkan di dunia. Bangun pagi untuk memainkan Game Boy atau menghabiskan waktu sepulang sekolah di rumah teman yang memiliki konsol PS1 adalah kenangan manis bagi banyak gamer.
Namun, semakin bertambah usia, bermain game tidak lagi memberikan pengalaman yang sama seperti dulu. Padahal, dengan kondisi finansial yang lebih stabil, seharusnya seseorang bisa menikmati berbagai game tanpa batasan. Lalu, mengapa kualitas bermain game menurun seiring bertambahnya umur?
BACA JUGA:Menteri Nusron: Nuzululqur’an Momentum Meneguhkan Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan
BACA JUGA:Tegas! Wamen ATR Minta Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Diterapkan
Disclaimer: Pengalaman ini bersifat subjektif dan tidak berlaku bagi semua orang. Banyak gamer dewasa yang masih menikmati permainan mereka dengan penuh semangat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Bermain Game di Usia Dewasa
1. Banyak Tanggungan
Menjadi dewasa berarti menghadapi berbagai tanggung jawab, seperti membayar tagihan listrik, air, internet, belanja bulanan, hingga menyisihkan uang untuk tabungan. Oleh karena itu, ketika harus mengeluarkan uang untuk membeli game, sering kali muncul perasaan ragu karena adanya tanggung jawab finansial yang lebih penting. Hal ini juga membuat seseorang sulit menikmati game tanpa memikirkan pengeluaran yang dilakukan.
2. Merasa Waktu Terbuang Sia-Sia
Bermain game membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Semakin dewasa, semakin besar kesadaran bahwa waktu adalah aset berharga yang sebaiknya digunakan untuk hal produktif. Pikiran seperti "sebaiknya waktu ini digunakan untuk bekerja atau membangun usaha" sering kali muncul, sehingga bermain game terasa seperti aktivitas yang kurang bermanfaat.
3. Prioritas Hidup Berubah
Saat masih sekolah, bermain game menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, ketika memasuki dunia kerja, prioritas mulai bergeser. Tanggung jawab sebagai pekerja, pasangan, atau orang tua menjadi lebih utama dibandingkan menghabiskan waktu berjam-jam bermain game. Bahkan, waktu bermain game bisa tergeser oleh aktivitas bersama keluarga atau pekerjaan lain yang lebih mendesak.
BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dampingi Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang
BACA JUGA:Menteri ATR/Kepala BPN Instruksikan Satker Lakukan Peninjauan Sekitar DAS