Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dampingi Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang

Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/03/2025). -Foto: Kementrian ATR/BPN.-
JAWA TENGAH, HARIANOKUSELATAN.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (20/03/2025). Dalam acara ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut mendampingi bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.
KEK Industropolis Batang merupakan pengembangan dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022. Perubahan status kawasan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa KEK Industropolis Batang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri manufaktur, logistik, dan distribusi. Diharapkan, kawasan ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan menarik investasi berskala besar, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan komitmen kementeriannya dalam mendukung pengembangan KEK Industropolis Batang, terutama dalam hal penataan ruang dan kepastian hukum atas lahan yang digunakan. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para investor sangat penting untuk memastikan keberhasilan kawasan ini sebagai pusat industri yang berdaya saing tinggi.
Selain Menteri ATR/BPN, peresmian KEK Industropolis Batang juga dihadiri oleh beberapa pejabat terkait, termasuk Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Batang, Zumratul Aini; Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal, Darsini; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan, Joko Wiyono.
Dengan adanya KEK Industropolis Batang, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah Jawa Tengah, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat industri yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong inovasi dan transformasi ekonomi berbasis teknologi. (rel)