Bitcoin Tertekan Saat Emas Melesat, Apa Kata Analis?

Minggu 30 Mar 2025 - 16:04 WIB
Reporter : Arel Muzaki
Editor : Arel Muzaki

HARIANOKUSELATAN.ID – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan sebesar 7% dalam beberapa hari terakhir, dari US$ 88.060 pada 26 Maret menjadi US$ 82.036 pada 29 Maret. Penurunan ini menyebabkan likuidasi posisi long senilai US$ 158 juta dan memicu kekhawatiran di kalangan investor bullish.

Menariknya, di saat Bitcoin tertekan, harga emas justru mencetak rekor baru, mencapai US$ 3.087 per ons pada 28 Maret. Di sisi lain, indeks Dolar AS (DXY) turun dari 107,40 menjadi 104 dalam sebulan terakhir, menunjukkan pergeseran minat investor ke aset lindung nilai.

BACA JUGA:Bocoran Kamera Galaxy S26 Ultra, Kembali Usung Variable Aperture?

BACA JUGA:WhatsApp Kini Bisa Jadi Aplikasi Chatting dan Telepon Default di iPhone

Meski demikian, beberapa analis tetap optimis dan melihat penurunan Bitcoin ini sebagai koreksi wajar sebelum potensi reli lebih lanjut. Tekanan terhadap BTC didorong oleh faktor makroekonomi seperti kekhawatiran resesi global, ketegangan perang dagang, serta pemangkasan anggaran oleh pemerintah AS.

ETF Bitcoin Spot juga mencatat arus keluar bersih sebesar US$ 93 juta pada 28 Maret, menunjukkan bahwa investor institusional mengambil langkah hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.

BACA JUGA:SPKLU Berdaya Tinggi Jadi Pahlawan Mudik Pakai Mobil Listrik

BACA JUGA:Mudik Nyaman dengan Mobil Listrik Berkat Perluasan SPKLU

Namun, Alexandre Vasarhelyi, pendiri B2V Crypto, menilai koreksi ini sebagai bagian dari fase pertumbuhan awal Bitcoin, bukan tanda kehancuran. Baginya, harga jangka pendek—apakah Bitcoin berada di US$ 77.000 atau US$ 65.000—tidak sepenting tren adopsi yang terus meningkat.

Ia juga menyoroti tokenisasi aset dunia nyata (RWA) seperti proyek BUIDL dari BlackRock, yang meskipun bernilai besar, masih kecil dibandingkan pasar obligasi global senilai US$ 100 triliun.

BACA JUGA:Cara Mudah Menemukan Lokasi dan Merencanakan Pengisian Daya Mobil Listrik saat Mudik

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Hadir di Fatal Fury: City of the Wolves, Bisa Selebrasi 'Siu'!

Meskipun beberapa pihak mulai mempertanyakan posisi Bitcoin sebagai "emas digital," Vasarhelyi berpendapat bahwa Bitcoin masih dalam tahap adopsi dan bukan mengalami kegagalan fundamental. Ia meyakini bahwa tahun 2025 adalah fase fondasi bagi Bitcoin, dengan regulasi yang semakin matang dan adopsi yang terus berkembang menuju penggunaan massal.(arl)

 

Kategori :