Infinix Pamerkan Zero Series Mini Tri-fold, HP Flip dengan Layar Lipat Tiga

Infinix Pamerkan Zero Series Mini Tri-fold, HP Flip dengan Layar Lipat Tiga.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID– Infinix mencoba menciptakan tren baru dengan meluncurkan konsep ponsel layar lipat tiga yang mengedepankan inovasi dalam desain dan fungsi. Ponsel konsep tersebut, bernama Infinix Zero Series Mini Tri-fold, menghadirkan desain lipat vertikal seperti Samsung Galaxy Z Flip series, dengan dua engsel yang mengingatkan pada desain Huawei Mate XT Ultimate.
Dalam kondisi paling compact, ponsel ini memiliki ukuran yang tidak lebih besar dari kartu kredit, sementara saat dibuka sepenuhnya, tampil seperti ponsel biasa. Konsep ini memungkinkan perangkat untuk digunakan dalam tiga fase berbeda:
BACA JUGA:Apa Itu NFC dan Fungsinya di Smartphone Masa Kini?
BACA JUGA:Co-founder BioWare: Ekspektasi Gamer Terlalu Tinggi Terhadap Video Game
Fase pertama: Berfungsi sebagai ponsel biasa.
Fase kedua: Setelah dilipat sekali, perangkat tampak seperti ponsel mini.
Fase ketiga: Saat dilipat dua kali, ukurannya semakin mengecil.
Infinix menjelaskan bahwa ponsel layar lipat tiga ini dirancang untuk digunakan dalam berbagai skenario sehari-hari. Selain sebagai alat komunikasi, perangkat ini dapat dipasangkan dengan aksesoris strap khusus sehingga dapat ditempelkan pada peralatan olahraga, stang sepeda, atau bahkan berfungsi sebagai dash cam. Dengan fitur-fitur tersebut, ponsel ini dapat membantu memonitor aktivitas olahraga, memberikan panduan olahraga, serta memfasilitasi navigasi rute secara hands free.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Peta Desa di Lahat: Kejari Terima Pengembalian Kerugian Rp50 Juta
BACA JUGA:Penggerebekan Besar di Kampung Narkoba Ogan Ilir, Polisi Bongkar 3 Pondok
Selain fungsi multifungsinya, Infinix Zero Series Mini Tri-fold juga dapat berperan sebagai kamera action. Perangkat ini dilengkapi dengan dua kamera belakang dan flash, meskipun spesifikasi lengkapnya belum diungkapkan.
Salah satu fitur unik lainnya adalah kemampuan penerjemahan real-time, di mana bagian atas layar dapat dilipat ke sisi luar sehingga memungkinkan pembicara dan lawan bicara untuk saling melihat layar dan membaca hasil terjemahan secara langsung, seperti yang dikutip dari 9to5Google pada 2 Maret 2025.
BACA JUGA:2 Camat Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dispora, Pemkab OKI Tunjuk Plt
BACA JUGA:Bantah Larangan Retret, PDIP: Megawati Minta Kepala Daerah Prioritaskan Rakyat