D'Xavier Juara PMSL SEA Spring 2025, Bigetron Esports Runner-up

Bigetron Esports runner-up PMSL SEA Spring 2025.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID - Turnamen PUBG Mobile Super League Southeast Asia (PMSL SEA) Spring 2025 resmi berakhir dengan kemenangan gemilang tim asal Vietnam, D'Xavier. Mereka sukses menjadi tim terbaik di Asia Tenggara dengan mengumpulkan total 171 poin, unggul cukup jauh dari para pesaingnya.
D'Xavier Dominasi Grand Final PMSL SEA Spring 2025
D'Xavier tampil impresif di babak grand final dengan mencetak tiga Winner Winner Chicken Dinner (WWCD) dan mengamankan posisi puncak klasemen. Berkat kemenangan ini, mereka berhak membawa pulang hadiah terbesar dari total prize pool USD 200 ribu (Rp 3,2 miliar). Secara keseluruhan, D'Xavier mengantongi USD 51.350 (Rp 841 juta) serta satu tiket menuju turnamen internasional PUBG Mobile Global Open 2025 yang akan digelar di Uzbekistan pada April 2025.
BACA JUGA:Eyes Never Wake, Game Horor yang Bisa Melihat Pemain Lewat Webcam
BACA JUGA:Kasus Korupsi Panwaslu OKI, Kejari Terima Pengembalian Uang Negara Rp1,4 Miliar
Bigetron Esports Jadi Runner-up, Tim Indonesia Tampil Gemilang
Meski gelar juara jatuh ke tangan D'Xavier, tim Indonesia menunjukkan performa luar biasa di grand final. Bigetron Esports tampil dominan dan hampir mengimbangi permainan D'Xavier, finis di posisi kedua dengan 158 poin, hanya terpaut 13 poin dari sang juara.
Selain Bigetron, tim Indonesia lainnya juga mencatatkan hasil positif. Voin Donkey ID finis di peringkat enam dengan 127 poin, disusul RRQ Ryu di posisi tujuh dengan 109 poin, dan Alter Ego Ares di peringkat sembilan dengan 106 poin. Sementara itu, Kagendra menempati posisi ke-13 dengan 88 poin, sedangkan Boom Esports harus puas di peringkat ke-14 dengan 73 poin.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Izin Sawit Musi Rawas, Kejati Sumsel Periksa 7 Saksi
BACA JUGA:KPK Dalami Keterlibatan Bupati Dalam Proyek di Dinas PUPR OKU
Satarlest dan Federales Bersinar di Grand Final
Keberhasilan Bigetron Esports tak lepas dari performa gemilang Alan Kumaseh alias Satarlest dan Jholo Leon alias Federales.
Satarlest menjadi MVP grand final, mencatat 26 eliminations, 5.930 damage, 13 assists, dan 5 headshots.
Federales meraih gelar Gunslinger, dengan 1,5 eliminations per match, 303 damage, 0,32 headshot rate, dan 1,4 knockouts per match.