Penggerebekan Gudang BBM Ilegal di Ogan Ilir Gagal, Petugas Dihadang Oknum Berpakaian Preman

Tertibkan Gudang BBM Ilegal di Pemulutan Ogan Ilir Petugas Gabungan Dihalangi Oknum. -Foto: Ist.-

OGAN ILIR, HARIANOKUSELATAN.ID - Upaya penggerebekan gudang penampungan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, gagal setelah petugas gabungan dihalang-halangi oleh sejumlah orang berpakaian preman yang diduga oknum aparat, Kamis (6/3/2025).

Operasi yang dilakukan oleh Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Polres Ogan Ilir, dan Intelmob Satbrimobda Polda Sumsel ini bertujuan untuk menindak aktivitas ilegal di lokasi tersebut. Namun, upaya pengamanan barang bukti terhenti akibat intervensi oknum tertentu.

BACA JUGA:Kejari Muba Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan Tol Betung-Tempino

BACA JUGA:PSU Empat Lawang Digelar 19 April 2025, Tapi Anggarannya Masih Belum Jelas

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mendatangi tiga lokasi. Dua di antaranya ditemukan dalam keadaan kosong. Sementara di lokasi ketiga, yang diduga milik seseorang berinisial F, ditemukan berbagai barang bukti, antara lain:

45 baby tank berisi sekitar 23.000 liter minyak olahan,

Puluhan drum kosong dan berisi minyak,

Mesin pompa, alat ukur, pewarna minyak, buku nota, dan selang.

BACA JUGA:PSU Pilkada 24 Daerah: 10 Bisa Pakai APBD, 14 Masih Terkendala Dana

BACA JUGA:Bupati Banyuasin Sindir Pejabat, Sinyal Rotasi

Saat hendak membawa barang bukti, petugas dihadang oleh sejumlah orang yang menyatakan bahwa penindakan hanya dapat dilakukan dengan izin mereka. Akibatnya, tim gabungan terpaksa meninggalkan lokasi tanpa membawa barang bukti.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Wiwin Junianto SIK, menyesalkan adanya upaya penghalangan ini.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kasus ini. Polda Sumsel terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pelaku dan oknum yang terlibat," ujarnya dalam rilis yang diterima Sabtu (8/3/2025).

Wiwin juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas serupa di wilayah mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan