Kenali Cara Kerja Alternator Mobil, Komponen, dan Tanda Kerusakannya

Kenali Cara Kerja Alternator Mobil, Komponen, dan Tanda Kerusakannya.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID– Alternator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil. Fungsinya sangat vital, yaitu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik untuk mengisi daya aki dan menyuplai listrik ke berbagai komponen kendaraan.
Menurut Astra Otoshop, alternator berperan dalam menjaga daya listrik mobil tetap stabil selama mesin berjalan. Komponen ini memastikan lampu, sistem audio, hingga perangkat elektronik lainnya dapat berfungsi dengan baik.
Agar lebih memahami perannya, berikut penjelasan mengenai cara kerja alternator, komponen utama, serta tanda-tanda kerusakannya.
BACA JUGA:Pasang Dashcam di Mobil Jangan Sembarangan, Ini Aturannya!
BACA JUGA:Puasa Ramadhan 2025 Lebih Lancar dengan 7 Aplikasi Islami Ini!
Cara Kerja Alternator Mobil
Dilansir dari Daihatsu, alternator bekerja dengan memanfaatkan medan magnet dan induksi listrik. Prosesnya dimulai dari rotor coil yang menerima arus dari aki, sehingga menciptakan medan magnet. Saat mesin berputar, medan magnet ini akan memotong stator coil, menghasilkan arus listrik bolak-balik.
Dioda kemudian mengubah arus tersebut menjadi listrik searah, yang selanjutnya dialirkan ke IC regulator untuk distabilkan di kisaran 14,2 volt. Dengan demikian, aki dapat terisi daya dan komponen listrik mobil tetap berfungsi dengan baik.
Komponen Utama Alternator
Alternator terdiri dari beberapa bagian yang bekerja bersama untuk menghasilkan listrik. Berikut adalah komponen utamanya menurut Suzuki:
Rotor – Menghasilkan medan magnet yang diperlukan untuk pembentukan listrik.
Dioda – Mengubah arus listrik bolak-balik menjadi arus searah.
Pulley Alternator – Terhubung dengan belt untuk memutar rotor dan menghasilkan listrik.
Bearing – Mendukung pergerakan rotor agar dapat berputar dengan lancar.