[RUMOR] Far Cry Multiplayer Direboot di Tengah Pengembangan

[RUMOR] Far Cry Multiplayer Direboot di Tengah Pengembangan.-Foto ;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Setelah lama tidak ada kabar mengenai pengembangan game Far Cry terbaru, sebuah laporan baru dari Insider Gaming mengungkap bahwa proyek Far Cry Multiplayer (dikenal dengan kode Project Maverick) mengalami reboot di tengah pengembangannya.

Far Cry Multiplayer Direboot: Apa yang Terjadi?

Menurut sumber yang terlibat dalam pengembangan, Project Maverick mengalami “kementokan” yang menyebabkan game ini harus diatur ulang. Faktor utama yang mendorong keputusan ini adalah perpindahan tim inti pengembang, yang dikenal dengan nama kode Talisker, ke proyek lain, yaitu Project Blackbird alias Far Cry 7.

BACA JUGA:Polres OKU Timur Gerebek Kampung Narkoba di Desa Mengulak, Satu Tersangka Diamankan

BACA JUGA:Bupati OKU Selatan Abusama Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

Pada awalnya, Far Cry Multiplayer dirancang sebagai bagian dari Far Cry 7, menawarkan pengalaman extraction shooter di dunia fiksi Alaska bernama Alashnica. Pemain akan bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, melawan pemain lain serta menghadapi hewan liar dan tentara AI.

Namun, seiring waktu, konsep ini berkembang menjadi proyek mandiri dan diberikan tim pengembang khusus pada tahun 2023. Sayangnya, setelah peninjauan internal oleh Ubisoft, proyek ini tampaknya kembali mengalami penyusunan ulang.

BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Serahkan CSR 4 Unit Bedah Rumah di Kabupaten OKU Selatan

BACA JUGA:Kejati Sumsel Tahan Ridwan Mukti, Sita Uang Rp61,3 Miliar dari Kasus Korupsi Sawit

Ubisoft Lakukan Restrukturisasi

Pengembangan Far Cry Multiplayer kini berada di tahap pembuatan prototipe baru, dengan Ubisoft Montreal dan Sherbrooke ditugaskan untuk merombak game ini. Sementara itu, sekitar 12 tim pengembang dari Ubisoft Berlin yang sebelumnya mengerjakan Project Maverick kini dialihkan untuk membantu pengembangan Far Cry 7.

Dalam laporan yang sama, Ubisoft juga disebutkan tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran, yang berdampak pada sekitar 50 pengembang. Beberapa di antara mereka disebut akan “dirumahkan” sebagai bagian dari strategi Ubisoft untuk merampingkan proses produksi game mereka.

BACA JUGA:Polda Sumsel Bangun 622 Rumah Bersubsidi untuk Personel Polri di Banyuasin

BACA JUGA:KPK Geledah Dinas PUPR Muba, Selidiki Proyek Jalan Rp200 Miliar

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan