Ucapkan Selamat Puasa Ramadan, Trump Jamin Kebebasan Beragama

--
Banjarmasin: Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Hal ini disampaikan oleh Dr. Saifuddin, M.Ag., akademisi UIN Antasari, saat program Nur Ramadan di RRI Pro1 Banjarmasin, bahwa puasa adalah bentuk latihan mengendalikan diri dari berbagai godaan duniawi.
"Puasa melatih umat Islam untuk menahan diri, baik dari makanan, minuman, maupun hawa nafsu. Ini adalah bentuk pendidikan spiritual yang membangun ketakwaan," ujar Dr. Saifuddin, Senin (3/3/2025).
Dr. Saifuddin menjelaskan, pengendalian diri dalam puasa bukan hanya terkait fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Dikatakan bahwa orang yang berpuasa tetap menahan diri meskipun tidak ada yang melihat, karena yakin bahwa Allah Swt selalu mengawasi.
Selain aspek spiritual, puasa juga membawa manfaat kesehatan yang telah dibuktikan oleh para ahli. Dr. Saifuddin menjelaskan bahwa puasa membantu tubuh melakukan detoksifikasi alami.
"Saat berpuasa, tubuh membersihkan racun dan memperbaiki sistem metabolisme, sehingga kesehatan lebih terjaga," katanya.
Lebih lanjut, Dr. Saifuddin menegaskan bahwa puasa juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran sosial. Menurutnya dengan berpuasa dapat memberikan rasa empati di diri manusia.
"Dengan merasakan lapar, kita lebih memahami penderitaan orang yang kurang beruntung. Ini membangun empati dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.