Menanti Mobil Hidrogen Toyota Meluncur di Indonesia, Jakarta-Surabaya Sekali Isi!

Menanti Mobil Hidrogen Toyota Meluncur di Indonesia, Jakarta-Surabaya Sekali Isi!.-Foto ;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Toyota terus memperluas jajaran kendaraan elektrifikasinya, termasuk teknologi hidrogen yang menjadi salah satu inovasi masa depan. Namun, kapan mobil hidrogen bisa beroperasi secara luas di Indonesia?

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) baru saja meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) atau Hydrogen Refueling Station (HRS) di pabriknya di Karawang, Jawa Barat. Stasiun ini memiliki daya kapasitas mencapai tekanan 700 bar, menjadikannya fasilitas pengisian hidrogen dengan tekanan tertinggi di Indonesia saat ini.

BACA JUGA:Pengguna PCX 160 Tak Perlu Khawatir, Fitur RoadSync Tidak Bikin Aki Cepat Tekor

BACA JUGA:Bunga Raflesia Ukuran Jumbo Tumbuh Subur di Perkebunan Warga Pulau Beringin

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi langkah Toyota dalam mengembangkan SPBH ini. Ia membandingkan perkembangan infrastruktur hidrogen di Indonesia dengan Jepang, yang awalnya juga hanya memiliki sedikit stasiun pengisian.

"Kemarin sudah ada peresmian Hydrogen Refueling Station kedua di Indonesia, dengan tekanan tertinggi yang pernah ada di Indonesia. Ini menjadi langkah penting bagi ekosistem hidrogen di Tanah Air. Ke depan, kami harap semakin banyak SPBH yang tersedia," ujar Eniya dalam acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event di Jakarta.

Pembangunan HRS di Indonesia menjadi bagian dari upaya Toyota dalam mendorong adopsi energi hidrogen. Dengan keberadaan infrastruktur ini, Toyota bisa mengkaji lebih lanjut kelayakan teknologi hidrogen dari segi teknis, operasional, komersial, hingga regulasi.

Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menekankan bahwa hidrogen merupakan salah satu alternatif energi untuk mencapai net zero emission. Toyota menawarkan berbagai solusi teknologi ramah lingkungan, termasuk BEV (Battery Electric Vehicle), hybrid, dan hidrogen, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Kami percaya tidak ada satu solusi tunggal untuk mencapai net zero emission. Berbagai teknologi perlu dikembangkan sesuai dengan kondisi tiap negara. Pada akhirnya, konsumenlah yang akan menentukan pilihan terbaik," ujar Nandi.

Mengenal Jenis Hidrogen

Hidrogen dibedakan berdasarkan sumber dan proses produksinya. Hidrogen abu-abu merupakan yang paling umum digunakan saat ini dan berasal dari bahan bakar fosil seperti gas alam atau batu bara, yang masih meninggalkan jejak karbon. Hidrogen biru dihasilkan dari biomassa, sementara hidrogen hijau berasal dari elektrolisis air dengan energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin, menjadikannya opsi paling bersih.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan hidrogen hijau berkat sumber daya energi terbarukannya yang melimpah, seperti tenaga surya, air, angin, dan biomassa.

BACA JUGA:Jelang Ramadhan, Dinas Ketahanan Pangan Pantau Harga Kebutuhan Pokok

BACA JUGA:Epic Games Bagikan Dua Game Gratis dan Diskon Hingga 90%

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan