Pasar Kripto Terkonsolidasi: Akankah Tren Bullish Bitcoin Bertahan?

Jumat 28 Mar 2025 - 14:50 WIB
Reporter : Arel Muzaki
Editor : Arel Muzaki

Pasar kripto saat ini mengalami fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi akibat dampak kebijakan makroekonomi di Amerika Serikat. Di tengah tekanan jual yang meningkat, banyak investor bertanya-tanya apakah tren bullish Bitcoin (BTC) masih dapat bertahan.

Secara umum, pasar kripto tengah menghadapi tekanan besar dengan harga Bitcoin mengalami koreksi yang turut menyeret altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) ke dalam tren bearish. Volatilitas yang tinggi semakin menambah ketidakpastian di pasar.

BACA JUGA:Rahasia Irit BBM Kijang Innova Zenix Hybrid, Ini Alasannya!

BACA JUGA:Pemudik Wajib Tahu! Ini Jarak Aman Kendaraan Saat Berkendara

Faktor Utama Penurunan BTC

Salah satu pemicu utama pelemahan pasar kripto adalah kebijakan tarif otomotif yang akan diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, mulai 2 April 2025. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang baru yang dapat memperburuk sentimen pasar global dan mendorong aksi jual aset berisiko, termasuk kripto.

Namun, analis dari Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa volatilitas saat ini merupakan bagian dari fase konsolidasi sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

“Meskipun ada tekanan dari faktor makroekonomi dan kebijakan perdagangan AS, tren jangka panjang Bitcoin masih positif. Saat ini, BTC masih bertahan di atas level psikologis US$85.000, yang menandakan adanya akumulasi oleh investor besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (27/3/2025).

BACA JUGA:6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box untuk Mudik, Jangan Asal!

BACA JUGA:Qualcomm Kembangkan Chipset G Series untuk Handheld Gaming

Level BTC yang Perlu Diperhatikan

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat turun di bawah US$87.000 dan berisiko kehilangan support level di US$86.000. Altcoin utama juga mengalami penurunan, menghapus keuntungan yang sempat diperoleh pada akhir pekan sebelumnya.

Sebelumnya, harga Bitcoin sempat mencapai US$88.500 setelah laporan bahwa tarif yang diberlakukan Trump tidak akan seketat perkiraan awal. Namun, tekanan jual akibat ketidakpastian ekonomi global kembali membebani pasar kripto.

Di sisi lain, pembelian besar-besaran oleh perusahaan investasi Strategy—yang membeli 6.911 BTC senilai US$584 juta—sempat memberikan dorongan positif terhadap harga Bitcoin. Namun, volatilitas tinggi berpotensi menggerus keuntungan tersebut.

Fyqieh menambahkan bahwa sentimen bullish bisa kembali menguat jika Bitcoin berhasil bertahan di atas US$88.000 dan menembus resistance di US$90.000 dalam beberapa hari ke depan.

Kategori :