Apakah XRP Masih Punya Harapan Saat Harga Jatuh ke US$ 2?

Apakah XRP Masih Punya Harapan Saat Harga Jatuh ke US$ 2?.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID – XRP, salah satu aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, saat ini tengah mengalami tekanan yang cukup signifikan. Setelah sebelumnya sempat melonjak dan menembus angka US$ 3, kini harganya mengalami koreksi dan berada di kisaran US$ 2,26. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan investor dan trader: Apakah XRP masih memiliki peluang untuk bangkit, atau justru akan semakin anjlok?
Tekanan dari Sisi Teknikal
Dari perspektif teknikal, kondisi XRP menunjukkan beberapa tanda peringatan yang patut diwaspadai. Saat ini, XRP diperdagangkan di bawah tiga rata-rata pergerakan utama, yaitu Simple Moving Average (SMA) 20, 50, dan 100 hari. Menurut analisis dari cryptoticker.com, ketiga indikator tersebut kini menjadi resistance yang sulit ditembus oleh harga. Beberapa kali XRP mencoba untuk naik melewati level-level tersebut, namun selalu gagal, yang menandakan bahwa kekuatan beli masih belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan.
BACA JUGA:Honda Siap Luncurkan Dua Mobil Listrik di Indonesia Tahun Depan
BACA JUGA:Cara Menghitung Konsumsi BBM untuk Perjalanan Mudik
Selain itu, pola candlestick Heikin Ashi memperlihatkan pola merah yang berulang dengan puncak harga yang semakin rendah. Ini merupakan indikasi bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga XRP. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka potensi penurunan lebih lanjut bisa menjadi kenyataan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di angka 42,9, yang menunjukkan kondisi netral tetapi cenderung melemah. RSI yang terus menurun sejak pertengahan Februari menunjukkan bahwa belum ada tanda-tanda divergensi bullish yang dapat mengindikasikan pembalikan tren. Dengan kata lain, jika tekanan jual meningkat sedikit saja, harga XRP bisa turun lebih dalam lagi.
Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan
Saat ini, level support utama untuk XRP berada di sekitar US$ 2,00. Jika level ini tidak mampu bertahan, maka support berikutnya berada pada garis SMA 200 hari di kisaran US$ 1,76. SMA 200 hari sering dianggap sebagai batas terakhir sebelum suatu aset mengalami perubahan tren menjadi bearish secara jangka panjang. Jika harga menembus level ini, maka XRP bisa saja jatuh lebih jauh hingga ke level US$ 1,50.
BACA JUGA:8 Tanda Aki Motor Lemah, dari Sulit Menyala hingga Lampu Redup
BACA JUGA:Anker Hadirkan Soundcore AeroFit 2 dan V20i di Indonesia, Earbuds Nyaman untuk Berolahraga
Sebaliknya, agar kembali ke jalur bullish, XRP harus mampu menembus level US$ 2,50 dengan dukungan volume transaksi yang tinggi. Jika ini terjadi, maka peluang pemulihan akan kembali terbuka dan harga XRP dapat kembali menguji level resistance berikutnya di atas US$ 3,00.
Faktor Fundamental: Regulasi dan ETF XRP
Di luar faktor teknikal, ada sejumlah perkembangan fundamental yang dapat memengaruhi harga XRP ke depan. Salah satu berita terbesar baru-baru ini adalah penyelesaian antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait gugatan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar. Ripple akhirnya setuju untuk membayar denda sebesar US$ 50 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan denda awal yang mencapai US$ 125 juta.