Masyarakat Diimbau Waspada Beri Bantuan untuk Gelandangan dan Pengemis Musiman Jelang Lebaran

--

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengimbau masyarakat cermat dalam memberikan bantuan kepada gelandangan dan pengemis (gepeng), terutama yang muncul secara musiman menjelang Lebaran. Menurut Gus Ipul, masyarakat sebaiknya memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.

 

Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, sedekah dianjurkan untuk diberikan terlebih dahulu kepada orang-orang terdekat, seperti tetangga dan keluarga, sebelum diperluas ke lingkungan yang lebih jauh.

 

Orang Indonesia ini umumnya baik dan dermawan. Kita termasuk negara yang paling dermawan di dunia. Tapi, sering kali kita langsung memberi tanpa memperhitungkan siapa yang menerima. Harapan saya, mari kita pastikan sedekah, zakat, dan infak kita diterima oleh mereka yang benar-benar berhak,” tambah dia. Pihaknya telah menyiapkan berbagai pusat rehabilitasi sosial untuk menampung para gelandangan dan pengemis yang telantar. Di sentra-sentra tersebut, mereka akan mendapatkan berbagai bentuk dukungan, termasuk rehabilitasi medis maupun sosial.

 

Kalau mereka telantar, kita harus perhatikan. Kita memiliki sentra untuk menampung sementara, memberikan pendidikan, dan merehabilitasi mereka agar bisa kembali berfungsi secara sosial,” ujar dia. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait fenomena gelandangan dan pengemis musiman ini.

 

Ada ketentuan hukumnya dan itu menjadi wewenang aparat. Kita hanya mengimbau masyarakat agar lebih waspada,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas kesejahteraan fakir miskin dan anak-anak telantar, sesuai dengan amanat konstitusi.

 

Oleh karena itu, Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian, perlindungan, serta pembinaan kepada mereka yang membutuhkan. “Jadi, sudah banyak itu di setiap sentra ada. Anak-anak telantar kan (dalam) undang-undang dasarnya gitu, fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara,” tegas dia.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan