Warga Gumawang Geger, SPG Kosmetik Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos

--
OKU Timur – Warga Desa Gumawang, Kecamatan Belitang, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kosnya pada Selasa (18/3/2025) sore. Korban, Yulianti (26), seorang Sales Promotion Girl (SPG) kosmetik yang berdomisili di Desa Girimulyo, Kecamatan Belitang Jaya, ditemukan dalam kondisi tergantung di teralis jendela kamar kosnya di kawasan Puncak 3.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan pengurus kos, Rusmini (30), yang tidak bisa menghubungi korban sejak Senin malam. Terakhir kali, korban mengirim pesan WhatsApp pada pukul 22.30 WIB, mengabarkan bahwa ia belum pulang karena merasa pusing. Keesokan harinya, Selasa pukul 15.30 WIB, Rusmini kembali mencoba menghubungi Yulianti, namun pesannya tidak terkirim.
Merasa curiga, Rusmini naik ke lantai satu untuk mengecek kamar korban. Saat melewati kamar, ia melihat rambut menjuntai dari luar jendela. Panik, ia segera memanggil penghuni kos lainnya, Wahyu Widianto (28), untuk membantu membuka pintu secara paksa. Saat berhasil masuk, mereka menemukan Yulianti sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung dengan kain hitam sepanjang 1,5 meter.
BACA JUGA:Korupsi Jual Aset YBS Miliaran Rupiah, Eks Sekda Palembang Segera Disidang
BACA JUGA:Geledah Kantor PUPR OKU Selama 7 Jam, KPK Amankan Barng Bukti 4 Koper Besar
BACA JUGA:Kasus Korupsi Disnakertrans Sumsel, Kejari Palembang Periksa Saksi Baru
Kapolsek Belitang I, IPTU Wahyudin SH MSi, menyatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, memasang garis polisi, dan memeriksa saksi-saksi.
"Jenazah korban diperiksa oleh dokter jaga IGD, drg. Nia Anugrah, yang menyatakan bahwa korban murni bunuh diri tanpa adanya tanda-tanda kekerasan fisik lainnya," ujar IPTU Wahyudin.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa kain hitam sepanjang 1,5 meter dan pisau dapur bergagang kayu. Berdasarkan hasil pengumpulan informasi, korban diduga mengalami tekanan emosional akibat masalah pribadi dengan pacarnya. Beberapa hari sebelum kejadian, pacar korban tidak terlihat bersamanya dan nomor teleponnya tidak dapat dihubungi.
Keluarga korban, yang diwakili oleh saudara kandungnya, telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.(dst)