Pemegang Ethereum Bertambah di Tengah Tekanan Jual, Sinyal Akumulasi?

Pemegang Ethereum Bertambah di Tengah Tekanan Jual, Sinyal Akumulasi?.-Foto ;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Ethereum (ETH) terus mengalami tekanan jual dalam beberapa bulan terakhir, tetapi jumlah pemegangnya justru mengalami peningkatan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan apakah investor besar sedang mengakumulasi ETH di tengah penurunan harga, atau pasar sedang bersiap untuk pemulihan.

Berdasarkan data CryptoQuant, volume transaksi Ethereum masih didominasi oleh penjualan. Net taker volume berada di zona negatif dalam waktu cukup lama, menandakan bahwa jumlah ETH yang dijual lebih besar dibandingkan yang dibeli. Kondisi ini mencerminkan sentimen bearish yang masih kuat di pasar.

BACA JUGA:Bitcoin di Titik Kritis, Mampukah Menembus US$ 84.000?

BACA JUGA:Tips Berkendara Motor Aman dan Nyaman Saat Menjalani Ibadah Puasa

Dalam beberapa siklus sebelumnya, Ethereum mengalami tren serupa, di mana fase tekanan jual yang panjang diikuti oleh pemulihan saat minat beli meningkat. Namun, kali ini tekanan jual tampak lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan bahwa kepercayaan investor masih belum sepenuhnya pulih.

Pemegang ETH Terus Bertambah

Di tengah kondisi ini, data dari Santiment menunjukkan bahwa jumlah pemegang ETH terus meningkat. Saat ini, total pemegang Ethereum telah mencapai sekitar 141,31 juta, mencerminkan pertumbuhan yang konsisten meskipun harga mengalami penurunan.

Fenomena ini dapat diartikan dalam dua cara:

Akumulasi oleh Investor Besar

Investor institusi dan whale bisa saja memanfaatkan harga rendah untuk mengakumulasi lebih banyak ETH.

Sebaliknya, investor ritel mungkin lebih banyak keluar dari pasar akibat tekanan jual yang berkepanjangan.

Keyakinan Jangka Panjang terhadap Ethereum

Meskipun harga mengalami penurunan, jumlah pemegang ETH yang bertambah menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset ini.

BACA JUGA:Sekda OKU Selatan Pimpin Aksi Bersih-Bersih Sampah di Muaradua

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan