Xiaomi Sukses di Industri Mobil Listrik, Mengapa Apple Gagal?

Mobil listrik Xiaomi SU7.-Foto ;ist-
HAARIANOKUSELATAN- Xiaomi, produsen teknologi asal China, sukses memasuki industri mobil listrik dengan peluncuran Xiaomi SU7. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak produksi dimulai, Xiaomi telah berhasil merakit 100 ribu unit kendaraan listriknya. Sementara itu, Apple yang lebih dulu dikabarkan akan merancang mobil listrik justru menghentikan proyeknya pada awal 2024. Lalu, apa yang membuat Xiaomi berhasil sementara Apple gagal?
Keunggulan Ekosistem Xiaomi
Salah satu faktor utama keberhasilan Xiaomi adalah integrasi ekosistem teknologi yang luas. Xiaomi SU7 tidak hanya sekadar mobil listrik, tetapi juga bagian dari ekosistem produk Xiaomi yang mencakup smartphone, smartwatch, hingga perangkat rumah pintar.
BACA JUGA:Yamaha Xmax 2025 Hadir dengan Pilihan Warna Baru yang Elegan
BACA JUGA:Review JBL Tour Pro 3: Fitur Lengkap untuk Pengalaman Audio Maksimal
Mobil ini mampu terhubung dengan perangkat Xiaomi lainnya, memungkinkan pengguna mengatur berbagai fitur kendaraan sesuai kebiasaan mereka. Strategi ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih personal dan inovatif, sesuatu yang belum sempat dikembangkan oleh Apple.
Dukungan Rantai Pasok yang Kuat
Berbeda dengan Apple yang harus mencari mitra manufaktur di berbagai negara, Xiaomi mendapat keuntungan dari rantai pasok kendaraan listrik yang sudah mapan di China. China telah lama berinvestasi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik, sehingga Xiaomi dapat dengan mudah mendapatkan pasokan baterai dari perusahaan besar seperti BYD dan CATL. Selain itu, Xiaomi juga mengambil alih pabrik milik Beijing Auto Group untuk memproduksi mobilnya sendiri, yang mempercepat proses produksi dan efisiensi biaya.
BACA JUGA:Nubia Neo 3 Segera Hadir di Indonesia, Usai Debut di MWC Barcelona 2025
BACA JUGA:Anker GaN Prime 100W Dirilis di Indonesia, Charger Kompak untuk MacBook dan iPhone
Strategi Harga dan Daya Saing
Xiaomi juga menerapkan strategi harga yang agresif. Dengan banderol mulai dari 30.000 USD (sekitar Rp 492 juta), Xiaomi SU7 menawarkan desain dan fitur yang setara dengan mobil mewah seperti Porsche, tetapi dengan harga yang lebih kompetitif. Hal ini terbukti efektif, karena sejak peluncuran SU7, penjualan Porsche di China mengalami penurunan hingga 30%.
Mengapa Apple Gagal?
Proyek mobil listrik Apple, yang dikenal dengan nama "Project Titan," menghadapi berbagai tantangan sejak awal. Apple kesulitan menemukan mitra manufaktur yang sesuai, serta mengalami kendala dalam merancang teknologi kendaraan listrik yang revolusioner.