Apa yang Terjadi Jika Dominasi Bitcoin Naik?

Apa yang Terjadi Jika Dominasi Bitcoin Naik?.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID - Saat ini, pasar kripto menunjukkan pergeseran dominasi antara Bitcoin (BTC) dan stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). Berdasarkan laporan dari ambcrypto.com, dominasi gabungan USDT dan USDC berada di 7,19%, yang memberikan petunjuk penting tentang arah pasar ke depan.
Dampak Perubahan Dominasi Stablecoin
Dalam beberapa bulan terakhir, dominasi USDT dan USDC terus menurun, yang sering kali berlawanan dengan harga aset kripto lainnya:
BACA JUGA:Honda S7 Meluncur di China, Harga Mulai Rp 500 Jutaan
BACA JUGA:Alasan MG Belum Menjual Mobil Listrik Mungil di Indonesia
Jika dominasi stablecoin naik → Investor lebih memilih menyimpan dana dalam stablecoin, menunjukkan ketidakpastian pasar dan kecenderungan menghindari risiko.
Jika dominasi stablecoin turun → Investor mulai kembali masuk ke Bitcoin dan altcoin, yang biasanya mengindikasikan tren bullish.
Saat ini, pola grafik menunjukkan dominasi stablecoin kemungkinan akan terus turun, yang dapat membuka peluang kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Tesla Model Y Laris di China, Tembus 200 Ribu Pesanan dalam Dua Bulan
BACA JUGA:Kecanggihan AI dalam Periklanan Digital: Groundhog DSP Hadirkan Teknologi DKT
Meningkatnya Cadangan USDT di Bursa
Salah satu indikator lain yang mendukung potensi kenaikan Bitcoin adalah cadangan USDT di bursa kripto, yang terus meningkat dalam 18 bulan terakhir, dengan lonjakan signifikan pada November 2024.
Apa artinya?
Semakin banyak USDT di bursa, semakin besar potensi daya beli para trader.