Bijak Berkendara saat Berpuasa, Ini Tips Aman di Jalan

Tips berkendara saat puasa.-Foto ;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Berkendara saat berpuasa di bulan Ramadan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi tubuh yang berbeda dari biasanya dapat mempengaruhi konsentrasi dan respons di jalan. Oleh karena itu, pengendara perlu lebih waspada dan menyesuaikan cara berkendara agar tetap aman.

Menurut Erreza Hardian, instruktur safety driving dari Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI), ada beberapa potensi bahaya baru yang perlu diperhatikan saat Ramadan.

BACA JUGA:Teliti Sebelum Membeli! Ini 7 Ciri Mobil Bekas yang Pernah Terendam Banjir

BACA JUGA:Lenovo Resmi Hadirkan Copilot+ PC Terbaru ke Indonesia

Kurangnya Waktu Tidur Bisa Meningkatkan Risiko Kelelahan

Salah satu tantangan terbesar saat berpuasa adalah kurangnya waktu tidur. "Saat Ramadan, pola tidur berubah karena banyak orang bangun lebih awal untuk sahur. Akibatnya, ada risiko tubuh lebih cepat lelah, terutama bagi mereka yang memilih tidak tidur sama sekali agar tidak kesiangan," ujar Reza kepada detikOto, Senin (3/3/2025).

Untuk mengatasinya, Reza menyarankan agar pengendara menyesuaikan pola pikir di awal minggu puasa. "Berikan tubuh waktu untuk beradaptasi dan hindari mengemudi secara agresif. Jangan memacu kendaraan secara berlebihan, karena ini bisa mempercepat kelelahan dan memicu emosi di jalan," jelasnya.

Ikuti Arus Lalu Lintas, Hindari Berkendara Agresif

Mengikuti arus lalu lintas dengan tenang adalah kunci berkendara yang aman saat berpuasa. "Jangan zigzag atau terlalu sering melakukan manuver yang tidak perlu. Berkendara agresif hanya akan mempercepat kelelahan dan meningkatkan risiko kecelakaan," kata Reza.

BACA JUGA:Tecno Camon 40 Pro 5G Resmi Diumumkan, Sabet Peringkat 1 di DxOMark

BACA JUGA:Apple Resmi Umumkan MacBook Air M4, Hadir dengan Harga Lebih Murah

Selain itu, pilih jalur paling kiri jika memungkinkan. "Dengan mengambil lajur kiri, pengendara hanya perlu fokus pada kendaraan di depan, kanan, dan belakang. Ini akan mengurangi beban kognitif dan membuat perjalanan lebih nyaman," tambahnya.

Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Nyaman

Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai juga penting agar perjalanan tetap nyaman. "Pakaian atau perlengkapan yang tidak nyaman bisa menjadi distraksi. Hal ini bisa membuat pengendara terburu-buru dan tidak bisa mengantisipasi situasi di jalan dengan baik," ujar Reza.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan