Peran Posyandu Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan Stunting

--
Karangasem: Posyandu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. Di tahun 2025, pemerintah baik pusat maupun daerah kian menggiatkan upaya pemantuaan kesehatan melalui posyandu terintegrasi hingga ke tingkat Banjar.
Ketua Kader Posyandu Banjar Dinas Geria Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Wayan Dedet menyampaikan antusias masyarakat datang ke posyandu cukup tinggi. Dan pemantauan rutin kami hingga saat ini belum ada dilaporkan kasus balita yang terindikasi stunting.
“Selain pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta imunisasi sesuai jadwal terhadap balita. Para ibu juga mendapatkan penyuluhan tentang pola makan seimbang, pentingnya ASI eksklusif, serta praktik kebersihan untuk mencegah penyakit”, ujarnya kepada RRI, Jumat (28/2/2025).
"Untuk anjuran kesehatan, kebersihan itu sudah banyak diberikan dari tenaga kesehatan lewat penyuluhan-penyuluhan. Untuk kebersihan di rumah tangga, kunjungan ke rumah juga ada, pendataan juga dilakukan oleh kader sebelum penimbangan," kata Wayan Dedet menambahkan.
Kendatipun nihi laporan kasus, namun upaya pemantauan tetap dilaksanakan, tidak saja di posyandu namun juga melalui kunjungan ke rumah warga. "Kalau di Banjar Geria belum ada (balita yang terindikasi stunting)”, katanya.
Dirinya menambahkan pihaknya terus memantau stunting, jika ada pun ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan. “Gizi buruk, di bawah garis merah itu, kader rutin melaporkan itu kepada petugas kesehatan secara rutin itu dipantau supaya tidak stunting," ujarnya melanjutkan.
Wayan Dedet menambahkan sebagai struktur terkecil dan terdepan dari pelayanan kesehatan, posyandu bisa menjangkau masyarakat secara langsung. Keunggulan lain dari posyandu terletak pada deteksi awal melalui pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita yang dilakukan secara rutin serta pemberian makanan tambahan sebagai langkah antisipasi.