Waspada Banjir dan Longsor di Kabupaten OKI, Dua Kecamatan Berstatus Siaga

Sungai Komering Meluap-desti-

Harianokuselatan.bacakoran.co, KAYUAGUNG - Curah hujan yang tinggi di akhir tahun 2024 meningkatkan risiko bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin, mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk lebih berhati-hati menghadapi potensi bencana ini.

“Dari total 18 kecamatan di OKI, dua kecamatan, yaitu Air Sugihan dan Mesuji Makmur, berstatus siaga banjir. Lima kecamatan lainnya — Jejawi, Pedamaran, Tanjung Lubuk, Kayuagung, dan Mesuji Raya — juga tergolong rawan banjir,” jelas Listiadi.

Menurutnya, banjir sering terjadi saat debit air Sungai Komering meluap, diperburuk oleh hujan deras di Kabupaten OKU Timur yang dapat membawa “air kiriman” ke wilayah OKI. “Debit air yang meluap dapat merendam rumah-rumah di bantaran sungai, dan proses surutnya banjir bisa berlangsung lama,” tambahnya.

Upaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan

BPBD Kabupaten OKI telah menginstruksikan para camat di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan mitigasi bencana dengan mengoptimalkan peran aktif lembaga desa. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian banjir melalui call center BPBD di nomor 0821-6264-3767.

BACA JUGA:Mobil Damkar Tak Bisa Masuk, 6 Rumah di Dusun Kiwis Raya Hangus BACA JUGA:Mobil Damkar Tak Bisa Masuk, 6 Rumah di Dusun Kiwis Raya Hangus

Selain banjir, masyarakat juga diminta waspada terhadap tanah longsor di bantaran Sungai Lempuing, khususnya di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, serta di Kecamatan Tanjung Lubuk yang berada di bantaran Sungai Komering. “Kami mengingatkan warga untuk berhati-hati selama musim penghujan ini, termasuk terhadap risiko pohon tumbang akibat curah hujan tinggi,” ujar Listiadi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, got, dan gorong-gorong, untuk mencegah genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.

Kondisi Terkini

 

Listiadi menuturkan bahwa meskipun debit Sungai Komering sudah mulai naik akibat curah hujan tinggi, hingga kini belum ada laporan resmi terkait kejadian banjir atau tanah longsor di wilayah OKI. “Kami terus memantau kondisi dan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem,” tutupnya. (dst)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan