China Mulai Produksi Massal Baterai Nuklir Seukuran Koin yang Tahan 50 Tahun

Jumat 04 Apr 2025 - 16:15 WIB
Reporter : Arel Muzaki
Editor : Arel Muzaki

HARIANOKUSELATAN.ID – Perusahaan teknologi asal China, Betavolt, telah mencapai terobosan dalam pengembangan baterai nuklir mini dengan memulai produksi massal BV100, sebuah baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu pengisian ulang atau perawatan.

BV100 bekerja dengan memanfaatkan peluruhan isotop radioaktif nikel-63, yang secara alami berubah menjadi tembaga stabil. Proses ini menghasilkan energi yang kemudian dikonversi menjadi listrik melalui lapisan semikonduktor berlian generasi keempat setebal 10 mikron yang mengapit inti nikel-63. Dengan ukurannya yang hanya sebesar koin kecil, baterai ini mampu menghasilkan daya sebesar 100 mikrowatt pada tegangan 3 volt.

BACA JUGA:5 Hero Mudah Digunakan untuk Mencapai Rank Mythic

BACA JUGA:3 Hero Counter Joy Terbaik: Bikin Dia Tak Berkutik!

Perlombaan Teknologi dan Komersialisasi

Terobosan ini menempatkan China di garis depan perlombaan global dalam pengembangan teknologi tenaga nuklir mini, bersaing dengan perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa. Betavolt, yang berbasis di Beijing, menjadi pelopor dalam komersialisasi baterai nuklir ini dan telah mendapatkan pengakuan dari komunitas ilmiah China. Pada tahun 2023, perusahaan ini meraih hadiah ketiga dalam Kompetisi Inovasi China National Nuclear Corporation.

Betavolt telah mengajukan paten domestik dan kini tengah bersiap untuk mendaftarkan paten di tingkat global guna memperluas cakupan teknologi ini ke berbagai pasar internasional.

BACA JUGA:3 Hero Counter Julian: Kelincahan Adalah Kunci!

BACA JUGA:Objek Wisata Goa Putri Kabupaten OKU ramai dikunjungi wisatawan

Aplikasi dan Pengembangan Masa Depan

Teknologi baterai nuklir ini menawarkan potensi besar untuk berbagai aplikasi, terutama pada perangkat yang membutuhkan daya tahan lama tanpa perawatan. Meskipun saat ini BV100 masih memiliki kapasitas terbatas, desain modularnya memungkinkan baterai ini ditumpuk untuk meningkatkan output energi sesuai kebutuhan.

Betavolt juga tengah mengembangkan versi baru dengan kapasitas 1 watt, yang dijadwalkan akan dirilis pada akhir tahun ini. Dengan peningkatan kapasitas ini, baterai nuklir diharapkan dapat digunakan dalam berbagai perangkat elektronik canggih, termasuk drone yang dapat beroperasi tanpa batas waktu tanpa perlu diisi ulang.

CEO Betavolt, Zhang Wei, mengungkapkan bahwa perusahaan mereka saat ini merupakan satu-satunya di dunia yang mampu memproduksi semikonduktor berlian dalam skala besar. Keunggulan ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi lain seperti superkapasitor dan bahan karbon nanotube, yang dapat membawa revolusi baru dalam industri energi global.

BACA JUGA:Usai Lebaran, Harga Kopi di OKU Selatan Malah Turun Jadi Rp 64 Ribu Perkilo

BACA JUGA:Polres OKU perketat pengamanan objek wisata saat libur lebaran

Kategori :