Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di OKU Selatan Capai Rp 40 Ribu

Jumat 07 Mar 2025 - 22:31 WIB
Reporter : Hamdal Hadi
Editor : Christian Nugroho

MUARADUA, HARIANOKUSELATAN.ID - Harga gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di beberapa daerah di Kabupaten OKU Selatan, tembus hingga Rp 40 ribu per tabung. Lonjakan harga LPG bersubsidi ini diduga disebabkan terjadinya kelangkaan di pangkalan, sehingga akibatnya warga harus terpaksa membeli LPG dengan harga yang tinggi.

Kelangkaan dan melambung tingginya Gas LPG Subsidi itu salah satunya terjadi di Desa Tanjung Durian, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.

BACA JUGA:Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di OKU Selatan Capai Rp 40 Ribu

BACA JUGA:Personel Polsek Muaradua Bubar Aksi Balap Liar di Makam Pahlawan

Udin salah satu warga sekitar mengaku baru membeli LPG 3 Kg dengan seharga Rp 40 ribu. Sebelumnya dia sudah berusaha mencari gas LGP 3 Kg di beberapa pengecer resmi, namun kosong.

”Kita sudah berusaha mencari di pangkalan-pangakalan resmi, tapi tetap tidak ada. Terpaksa cari di kios-kios pinggir jalan, tapi harganya sangat tinggi mencapai Rp 40 ribu,” sebutnya. Jumat, 07 Maret 2025.

BACA JUGA:Bitcoin Turun Meski Ada Harapan dari KTT Kripto Gedung Putih

BACA JUGA:Ethereum dan XRP Mulai Alami Kenaikan, Bagaimana dengan Kripto Baru Ini?

Dikatakannya, jika sudah terjadi seperti ini tentu akan menjadi kesempatan bagi penimbun untuk mendapat harga yang tinggi. Kalau seperti kami ini tidak bisa masak. Kalau dipaksa beli tabung yang besar kami tidak sanggup,” jelasnya.

Kondisi ini tentu memicu dirinya dan warga yang lainnya hendak menyampaikan keresahan kepada Pemerintah Kabupaten OKU Selatan mengingat Pemerintah pun telah menentukan Harga aecer Tertinggi (HET) LPG Subsidi tersebut.

BACA JUGA:MG Comet EV Dibanderol Rp 90 Jutaan, Kapan Masuk Indonesia?

BACA JUGA:Honda CUV e: Motor Listrik Super Irit, Kalahkan BeAT dalam Biaya Operasional!

"Mohon agar kiranya Pemerintah Kabupaten OKUS agar tidak tutup mata mengenai keterbatasan LPG 3 Kg di Desa-Desa di wilayah OKU Selatan dan segera menindak lanjuti prihal tersebut," pintanya.

Karena, kondisi ini tentu akan meresahkan bagi kami selaku masyarakat kecil, selain itu kondisi tentu akan menjadi peluang dan terus dimanfaatkan oleh para pengecer jika dibiarkan secara berlarut-larut," tandasnya. (Dal)

 

Kategori :