Harga XRP Naik 5 Persen Jelang Peninjauan RUU Stablecoin Amerika

Harga XRP Naik 5 Persen Jelang Peninjauan RUU Stablecoin Amerika.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID - harga XRP mengalami kenaikan signifikan sebesar 5 persen, yang didorong oleh sentimen positif menjelang pembahasan RUU Stablecoin di Kongres Amerika. Kenaikan ini terjadi setelah XRP berhasil memantul dari level support US$ 2, yang menandai potensi adanya momentum naik yang lebih kuat dalam waktu dekat.
Sentimen Positif Menyambut Pembahasan RUU Stablecoin
Kenaikan harga XRP ini bukan hanya merupakan reaksi jangka pendek, tetapi juga mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap potensi jangka menengah. Banyak analis yang melihat peluang besar bagi Ripple, terutama jika RUU Stablecoin tersebut dapat memberikan kerangka hukum yang jelas bagi stablecoin Ripple, seperti RLUSD. Stablecoin ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembayaran lintas negara, dan RUU tersebut dapat menjadi katalis yang sangat penting bagi Ripple untuk memperluas adopsi stablecoin-nya.
BACA JUGA:Honda CBR250RR Warna Baru Meluncur: Penyegaran yang Memikat
BACA JUGA:Matikan AC Sebelum Mematikan Mesin, Benarkah Bikin Mobil Lebih Awet?
RUU yang akan ditinjau pada April 2025 ini diharapkan dapat menciptakan landasan hukum yang lebih jelas terkait penggunaan stablecoin di Amerika Serikat. Jika undang-undang ini mendukung pendekatan Ripple, para analis memprediksi bahwa harga XRP bisa meroket tajam, bahkan mencapai US$ 10 dalam waktu dekat, mengingat dukungan regulasi yang bisa mempercepat adopsi institusional terhadap teknologi Ripple.
Dukungan Regulasi dan Adopsi Institusional
Ripple sendiri telah lama menginginkan kejelasan regulasi terkait aset kripto. Para eksekutif Ripple terus menyatakan bahwa regulasi yang jelas akan membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas. Dengan semakin banyaknya minat dari institusi besar untuk masuk ke pasar aset digital, serta dengan berakhirnya gugatan SEC terhadap Ripple, prospek bagi XRP semakin cerah. Di samping itu, kebijakan pro-kripto yang diterapkan oleh pemerintahan Trump saat ini juga membuka lebih banyak peluang bagi Ripple untuk memperluas penggunaan XRP, terutama dalam sektor pembayaran dan remitansi.
BACA JUGA:YouTube Razia Akun Trailer Film Palsu: Penggunaan Properti Tanpa Izin Dilarang
BACA JUGA:Bocoran Desain Samsung Galaxy Z Flip 7 FE, HP Layar Lipat Murah dengan Chipset Exynos?
Analisis Teknikal: Target Kenaikan ke US$ 2,50
Secara teknikal, XRP menunjukkan sinyal bullish yang cukup kuat. Setelah berhasil breakout dari pola falling wedge dan didukung dengan peningkatan volume perdagangan, XRP kini mengincar level resisten US$ 2,21. Jika harga dapat menembus level ini, target selanjutnya adalah US$ 2,50, yang sejalan dengan proyeksi pola teknikal wedge.
Indikator RSI (Relative Strength Index) berada pada angka 46,74, yang menunjukkan bahwa XRP telah pulih dari kondisi oversold dan dapat melanjutkan momentum naik. Jika RSI berhasil menembus angka 50, maka peluang kenaikan harga akan semakin kuat. Di sisi lain, support utama tetap berada di level US$ 2,02, yang sebelumnya menjadi titik pantul harga naik.
BACA JUGA:Bocoran Tanggal Rilis dan Harga Galaxy S25 Edge, Segera Hadir di Indonesia