Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal di OKU Selatan, Pengecer Patok Harga Tinggi

--fhoto:ist--
Harianokuselatan.bacakoran.co,MUARADUA - Permintaan Gas Elpiji selama bulan Ramadan berdanpak terhadap harga jual Tabung Gas tabung ukuran 3 Kilorgam di berbagao wilayah Kabupaten OKU Selatan, melonjak tajam.
Danpaknya, tentu membuat masyarakat diberatkan. Karena, harga di pengecer, disejumlah wilayah kecamatan ada yang mencapai Rp 65 ribu pertabungnya.
BACA JUGA:Korban Tewas Gempa Myanmar Bertambah, Bantuan Internasional Terus Berdatangan
BACA JUGA:Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia
Pantauan dilapangan, harga Gas Elpiji Ukuran Melon di Kecamatan Tiga Dihaji pertabungnya naik tajam. Untuk di Desa Sukabumi misalnya, dibandrol pengecer hingga Rp 65 ribu pertabungnya.
Sementara, di Desa Kuripan dibandrol para pengecer dadakan seharga Rp 45 ribu pertabung. Itupun, stok Gas terbatas.
BACA JUGA:Bupati OKU Selatan Abusama Pantau Keamanan Malam Takbiran Secara Virtual
BACA JUGA:Sinergi Forkopimda Kunci Wujudkan Janji Kepala Daerah
Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Santi (37) mengaku, harga gas tersebut mulai naik selama bulan Ramadan.
"Kami warga harus bersusah payah untuk mendapatkan tabung gas, hampir semua warung langganan gas sudah kosong, tidak ada stoknya,” ungkapnya, Senin (31/1).
Dia berharap, pasca Ramadan harga gas ini membaik dan tak serta merta dimanfaatkan Agen untuk menaikan harga gas Elpiji.
BACA JUGA:Sasar 7 Kecamatan, Pemkab OKU Selatan Kembali Gelar Operasi Gas Murah
BACA JUGA:Idul Fitri, Bagi Pengunjung Pendatang Baru 4 Lokasi SPBU di Kabupaten OKU SELATAN
“Waktu Ramadan kebutuhan Gas Elpiji kami tinggi, kami minta jangan ada ada lagi kenaikan setelah Idul Ftrri,” timpalnya.
Pihaknya tak mengetahui persis penyebab tingginya harga Elpiji. Pedagang beralasan harga menyesuaikan belanja modal.
"Mau gimana lagi, sekarang pertabung dijual rata-rata begitu. Katanya, sudah sesuai dengan belanja modal dan biaya transfortasi ,” tandasnya.