Masuki Hari ke 2, BPBD Terus Lakukan Pencarian Bocah Hanyut

Pencarian hari kedua terhadap bocah SD yang hanyut terbawa arus sungai Komering pada Minggu, 23 Maret 2025, sekira Pukul 11.00 Wib. -Foto: Hamdal Hadi/Harian OKU Selatan.-
MUARADUA, HARIANOKUSELATAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polsek Muaradua, Basarnas OKU Timur, Tagana dan Pemerintah Kelurahan Muaradua terus melakukan pencarian terhadap bocah SD yang hanyut terbawa arus sungai Komering pada. Minggu, 23 Maret 2025, sekira Pukul 11.00 Wib.
Diketahui, Keyla Septiyani warga Kampung Tanding, Kecamatan Muaradua OKU Selatan yang masih duduk di Bangku SD hingga kini belum ditemukan.
BACA JUGA:Pemuda di Pasuruan Viral karena Jasa Tukar Uang Pecahan Baru Senilai Rp 2 Miliar
BACA JUGA:OKU Selatan Alami Defisit Rp 175 Miliar, Pemkab Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur yang Mendesak
"Dia ini mandi di Kampung Masjid dikarenakan tidak bisa berenang sehingga terseret harus sungai Komering hingga masih dalam pencarian," cetus Koni Romli, S. Pd., MM Kepala BPBD OKUS Melalui Heri Pramono, SE Kabid Kedaruratan. Senin, 24 Maret 2025.
Sedangkan, Qila Zulaikha sudah ditemukan pada saat kelang 1 Jam menghilang berhasil ditemukan dengan keadaan sudah meninggal dan sudah dimakamkan,"
BACA JUGA:Sekda OKU Selatan Pastikan Perangkat Desa Terima Gaji Sebelum Lebaran
BACA JUGA:Diwarisi Hutang 175 Miliar, Bupati OKU Selatan Abusama: Ini Tantangan Besar
Dikatakannya, pada saat ini tim sedang berada dipulau kejadian yang terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir disungai Komering.
"Kalau yang satunya ditemukan dilkasi tidak jauh dari tempatnya mandi, sementara yang satu saat ini satu belum diketemukan," katanya.
BACA JUGA:Ramai-ramai Dinas Luar Jelang Lebaran, Fungsi Pengawasan DRPD Oku Selatan Dipertanyakan
BACA JUGA:Warga OKU Selatan Resah Saat Melintas di Jalan Alternatif Sumsel- Bengkulu, Ekstrem Perlu Pelebaran
Untuk kendala. Katanya, sejauh ini yang dialami oleh tim, sungai sedang pasang, arus keras, peralatan tidak maksimal dengan menggunakan 2 unit prahu karet ini.
Berharap, apa pun kendala tetap dapat ditemukan dengan cepat, mengingat keluarga yang sudah terlalu berlarut-larut menantikan ini," tandasnya. (Dal)