SMKN 1 OKUS Dituding Lakukan Pungli, Bebankan Biaya Paving Block ke Siswa

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN-01) OKU Selatan diduga lakukan Pungutan Liar (Pungli) hingga ratusan ribu. -Foto: Hamdal Hadi/Harian OKU Selatan.-
MUARADUA, HARIANOKUSELATAN.ID - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN-01) OKU Selatan diduga lakukan Pungutan Liar (Pungli) hingga ratusan ribu.
Pasalnya, baru-baru ini pihak SMK Negeri 01 OKUS membangun Paving Block pada halaman sekolah dengan meminta biaya ke Siswa-siswi Kelas IX yang baru selesai melaksanakan ujian sebesar Rp. 380.000 per siswa.
Sedangkan, untuk jumlah siswa-siswi Kelas IX pada SMK itu sendiri berjumlah 150 siswa-siswi, dari jumlah itu pihak SMK Negeri 01 berhasil menghimpun sebesar Rp. 57.000.000 rupiah.
BACA JUGA:Duka di Muaradua, Dua Bocah Hanyut Terbawa Arus Sungai Komering
BACA JUGA:Keluhan Pedagang Baju di Pasar Saka Selabung Sepi Pembeli, Kalah Saing dengan Live TikTok
Dari Rp. 380 ribu per siswa itu ternyata tidak semua wali murid yang menerima dengan legowo yang harus mengocek kantong untuk pembangunan itu.
Pasalnya, terdapat sejumlah orang tua siswa yang sempat menyampaikan keberatan dengan Media lantaran iuran dianggap tidak layak.
Mengingat pada sekolah itu sendiri mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat dimanfaatkan untuk membangun Paving Block tersebut.
BACA JUGA:Warga Diharapkan Membuang Sampah Pada Tempatnya
BACA JUGA:Oknum Sebabkan Kelangkaan Gas LPG di OKUS
"Berat, kondisi saat ini sedang paceklik harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 380 ribu, sedangkan sekolah memiliki dana BOS, kenapa harus dibebankan ke siswa," ucap salah satu orang tua siswa yang enggan disebut. Minggu, 23 Maret 2025.
Dikatakannya, dalam sepengetahuan kami. Lanjutnya, untuk pembangunan paving block ini tidak harus menghabiskan biaya yang begitu besar, namun pungutan ke siswa terbilang tinggi.
BACA JUGA:Kankemenag OKU Selatan Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun Ini