Sega Fokus pada Tim Pengembang Sonic, Like a Dragon, dan Persona untuk Game Masa Depan

Game Baru Sega akan Berfokus pada Tim Dev Sonic, Like a Dragon, dan Persona.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID - Sega, salah satu perusahaan video game ternama asal Jepang, telah mengumumkan rencana besar untuk masa depan mereka. Dalam laporan pendapatan Q3 baru-baru ini, Sega menyatakan bahwa mereka akan mengurangi jumlah game yang dirilis pada tahun fiskal 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini bukan sekadar penghematan, tetapi lebih kepada strategi untuk meningkatkan kualitas game dibandingkan kuantitas.
Selain itu, Sega juga akan lebih fokus pada pengembangan tiga franchise utama mereka, yaitu Sonic the Hedgehog, Like a Dragon (sebelumnya dikenal sebagai Yakuza), dan Persona. Untuk mendukung visi ini, mereka berencana melakukan investasi besar ke tim pengembang utama dari masing-masing franchise serta memperkuat studio terkait.
BACA JUGA:Larangan Total Truk Sumbu 3 Saat Mudik Lebaran 2025, Kecuali Pengangkut Sembako dan BBM
BACA JUGA:Bupati OKU Selatan Audiensi dengan Gubernur Sumsel Bahas Infrastruktur dan Ekonomi
Sega Mengurangi Kuantitas Demi Kualitas
Dalam sesi tanya jawab setelah laporan keuangan, Sega menegaskan bahwa strategi ke depan bukan sekadar merilis banyak game, tetapi memastikan bahwa setiap game yang dirilis memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global.
"Rencananya saat ini sedang dirumuskan, namun kami memperkirakan kuantitas game baru akan lebih rendah dari tahun fiskal sekarang." — Sega
Ini menandakan bahwa Sega ingin lebih berhati-hati dalam mengelola sumber daya mereka. Langkah ini juga masuk akal mengingat tren industri game saat ini yang lebih menekankan kualitas dan pengalaman pemain, dibandingkan sekadar merilis banyak game dalam satu tahun.
Investasi Besar untuk Atlus, Sonic Team, dan Ryu Ga Gotoku Studio
1. Atlus – Perluasan IP Persona dan Shin Megami Tensei
Atlus, yang dikenal sebagai pengembang di balik seri Persona dan Shin Megami Tensei, dianggap sebagai aset penting bagi Sega untuk memperluas jangkauan game-game Jepang ke pasar internasional. Dengan semakin populernya game berbasis JRPG (Japanese Role-Playing Game) di seluruh dunia, Sega melihat Atlus sebagai studio yang berpotensi membawa keuntungan besar.
"Atlus merupakan studio yang penting bagi kami untuk memperluas IP Jepang ke luar negeri, dan kami berpikir perlu untuk memperkuatnya." — Sega
Dengan semakin besarnya minat terhadap game seperti Persona 5, Atlus akan mendapatkan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan game baru, baik sekuel dari franchise yang sudah ada maupun IP baru.
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Selesaikan Evakuasi Longsor dan Pohon Tumbang di Kecamatan BPRRT