Analis: Bitcoin Berpotensi Konsolidasi Sebelum Melanjutkan Kenaikan

Analis: Bitcoin Berpotensi Konsolidasi Sebelum Melanjutkan Kenaikan.-Foto ;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Bitcoin (BTC) kembali mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun akibat tekanan jual yang signifikan. Penurunan ini juga berdampak pada sebagian besar altcoin, memicu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pelemahan harga lebih lanjut.

Seorang analis kripto terkenal dengan nama akun Altcoin Sherpa di media sosial X membagikan pandangannya mengenai pergerakan harga Bitcoin. Berdasarkan analisisnya, ia memperkirakan bahwa BTC saat ini berada dalam fase konsolidasi sebelum mengalami kenaikan yang lebih signifikan.

BACA JUGA:Bijak Berkendara saat Berpuasa, Ini Tips Aman di Jalan

BACA JUGA:Teliti Sebelum Membeli! Ini 7 Ciri Mobil Bekas yang Pernah Terendam Banjir

Bitcoin Bisa Mengikuti Pola 2021

Altcoin Sherpa membandingkan pergerakan Bitcoin saat ini dengan pola yang terjadi pada tahun 2021, ketika harga sempat bertahan dalam satu rentang sebelum akhirnya turun drastis.

"Banyak investor memperkirakan harga Bitcoin bisa turun ke kisaran US$ 70.000 – US$ 75.000," ujarnya.

Meskipun skenario tersebut mungkin terjadi, ia juga mengingatkan bahwa Bitcoin bisa mengalami pergerakan harga yang tidak stabil sebelum akhirnya menembus All Time High (ATH).

"Saya tidak akan terkejut jika level US$ 70.000 – US$ 75.000 tercapai. Polanya bisa mirip dengan tahun 2021, di mana harga bertahan selama beberapa bulan sebelum mengalami penurunan besar," tambahnya.

BACA JUGA:Lenovo Resmi Hadirkan Copilot+ PC Terbaru ke Indonesia

BACA JUGA:Tecno Camon 40 Pro 5G Resmi Diumumkan, Sabet Peringkat 1 di DxOMark

Apakah Bitcoin Akan Mencetak Rekor Baru?

Dalam grafik yang ia bagikan, terlihat bahwa pada tahun 2021, Bitcoin mengalami penurunan 54,40% dalam 91 hari. Sementara itu, koreksi terbaru menunjukkan penurunan sekitar 32,76% dalam 119 hari, yang berpotensi mencerminkan pola serupa.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah Bitcoin akan kembali mencetak rekor tertinggi, atau justru akan mengalami pergerakan yang stagnan dan tidak menentu?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan