Live TikTok Dimatikan Terkait Demo Dinilai Tidak Efektif

Live TikTok dimatikan dinilai tidak efektif oleh pakar.-foto;ist-

IKLAN UMROH

HARIANOKUSELATAN.ID  – Keputusan TikTok mematikan fitur Live sementara waktu di Indonesia menuai beragam tanggapan. Langkah ini diambil perusahaan terkait meningkatnya eskalasi keamanan saat aksi unjuk rasa, namun sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut tidak akan efektif.

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyebut bahwa menutup Live TikTok saja tidak menyelesaikan masalah karena masih ada platform lain yang tetap bisa digunakan masyarakat untuk menyiarkan kegiatan secara langsung.

BACA JUGA:Jadwal MPL ID S16 Week 2 Hari Ini: RRQ Hoshi Vs Team Liquid ID

BACA JUGA:PUBG Mobile Ikut Ramaikan Festival Pacu Jalur 2025 di Riau

"Kalau kita lihat nggak efektif juga ternyata, karena tayangan medsos bukan cuma TikTok. Ada juga YouTube yang masih bisa live," ujar Heru kepada detikINET, Sabtu (31/8/2025).

Demokrasi dan Moderasi Konten

Heru menambahkan bahwa situasi ini cukup dilematis. TikTok menegaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan secara sukarela sebagai langkah pencegahan. Namun, ia menekankan bahwa moderasi konten seharusnya tidak membelenggu kebebasan berekspresi.

"Kalau terkait dengan demo ya kita hati-hati karena bagian dari kebebasan bicara, berpendapat, dan berekspresi. Tidak bisa serta merta semua konten demo itu ditutup atau dihentikan," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah baru bisa melakukan intervensi bila konten di media sosial melanggar aturan hukum, misalnya promosi judi online, pornografi, atau tindak pidana lain. Sebaliknya, unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi tidak bisa dilarang.

BACA JUGA:Prabowo dan delapan parpol sampaikan sikap bersama soal demonstrasi

BACA JUGA:Gubernur Bakal Tindak Tegas Pelaku Anarkis Demontrasi

"Demo sebagai freedom of expression tidak dilarang. Ini dijamin UU dan UUD," tegas Heru.

Tanggapan Pemerintah

Sebelumnya, pada Sabtu (30/8), TikTok resmi mengumumkan bahwa fitur Live di Indonesia ditangguhkan sementara. Keputusan ini diambil demi menjaga agar platform tetap aman dan tidak dimanfaatkan untuk penyebaran konten berbahaya.

"Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab," kata juru bicara TikTok.

BACA JUGA:Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan