Rp20 Miliar Digelontorkan, Jembatan Muara Lawai Siap Dibangun Kembali
LAHAT – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan kembali Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan penopang utama perekonomian masyarakat.
Pernyataan ini disampaikannya saat penandatanganan berita acara kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sumsel, Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Sabtu (30/8).
BACA JUGA:Datang ke Palembang, Putri Indonesia 2025 Dijamu Tradisi Makan Ngidang
BACA JUGA:Target Piala Adipura, Enos Instruksikan Sistem Reward and Punishment Kebersihan
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Deru menjelaskan, ambruknya jembatan disebabkan oleh faktor usia dan tingginya beban kendaraan yang melintas.
Ia bersyukur asosiasi pertambangan langsung menyatakan kesediaan untuk membangun ulang jembatan tersebut dengan dana sepenuhnya dari pihak swasta.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian sekaligus tanggung jawab besar dari pelaku usaha. Pembangunan ini tidak bisa dianggap sebagai kewajiban sepihak, melainkan kolaborasi yang saling menguntungkan,” kata Deru.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan memberikan manfaat ganda, baik bagi kelancaran aktivitas warga maupun untuk memperlancar distribusi hasil tambang.
BACA JUGA:Progres Tol Palembang–Betung Seksi 3 Capai 21 Persen, Perjalanan Hanya 10 Menit
BACA JUGA:Peringati Hari Lahir, Kejari OKU Selatan Santuni Anak Yatim
Anggaran Rp20 Miliar, Target Selesai 210 Hari
Dalam kesempatan itu, Deru menegaskan agar pembangunan jembatan senilai Rp20 miliar tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Proyek direncanakan rampung dalam 210 hari kerja.
“Saya minta proyek ini benar-benar tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Konstruksi yang dipakai juga harus modern dan lebih kuat dibanding jembatan lama yang dibangun sejak tahun 1980-an,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar BPJN bersama OPD terkait melakukan pengawasan ketat pada setiap tahap pengerjaan untuk memastikan kualitas sesuai standar.
BACA JUGA:Jelajah Budaya, Pihak Kampus UIN Palembang Sambangi Pemkab OKUS