Pasar Kripto Terkonsolidasi: Akankah Tren Bullish Bitcoin Bertahan?

Pasar Kripto Terkonsolidasi: Akankah Tren Bullish Bitcoin Bertahan?..-Foto ;ist-
Fyqieh menambahkan bahwa sentimen bullish bisa kembali menguat jika Bitcoin berhasil bertahan di atas US$88.000 dan menembus resistance di US$90.000 dalam beberapa hari ke depan.
“Jika tekanan jual mereda dan ada sentimen positif dari kebijakan moneter atau adopsi institusional, Bitcoin berpotensi menguji level US$100.000 pada April mendatang. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut, support level di US$84.736 dan US$81.162 menjadi titik yang harus diperhatikan oleh investor,” jelasnya.
BACA JUGA:Poco F7 Pro dan F7 Ultra Resmi Meluncur, Bawa Spesifikasi Flagship dengan Harga Kompetitif
BACA JUGA:Developer inZOI Hapus Denuvo Setelah Mendapat Protes dari Gamer
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pasar
Selain kebijakan tarif dari Trump, tekanan di pasar kripto juga dipengaruhi oleh langkah investor institusional yang mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Jumat (27/3/2025). PCE merupakan indikator inflasi utama yang diawasi ketat oleh Federal Reserve (The Fed). Jika hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi, pasar bisa mengalami aksi jual lebih lanjut.
“Bitcoin cenderung mengisi kesenjangan harga di pasar CME, yang berada dalam kisaran US$84.000 hingga US$86.000. Secara historis, BTC sering kali kembali ke level ini sebelum melanjutkan tren bullish,” tambah Fyqieh.
Dengan kondisi pasar yang masih dalam fase konsolidasi, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan global serta indikator teknikal utama. Saat ini, Bitcoin berada dalam fase krusial yang akan menentukan apakah tren bullish dapat bertahan atau justru berlanjut ke koreksi lebih dalam. Namun, tren akumulasi oleh investor besar menunjukkan bahwa potensi kenaikan tetap ada, meskipun pasar mungkin akan mengalami fluktuasi signifikan sebelum mencapai kestabilan baru.