OKU Selatan Krisis Anggaran Rp175 Miliar, Bupati Abusama Cari Solusi

OKU Selatan Krisis Anggaran Rp175 Miliar, Bupati Abusama Cari Solusi-desti-

OKUSELATAN, HARIANOKUSELATAN - Pemerintah Kabupaten OKU Selatan menghadapi defisit anggaran yang signifikan pada tahun 2025, dengan beban hutang mencapai Rp175 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Selatan, M. Rahmatullah, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi akibat sejumlah pendapatan yang belum terealisasi.

Menurut Rahmatullah, salah satu penyebab utama defisit adalah Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan senilai Rp41,7 miliar yang hingga kini belum masuk ke kas daerah.

Selain itu, Pemkab OKU Selatan juga belum menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp84,6 miliar yang seharusnya telah disalurkan hingga tahun 2023.

“Kami masih menunggu pencairan dana tersebut, yang diperkirakan baru akan disalurkan pada Agustus hingga September mendatang,” ujar Rahmatullah.

Pembangunan Tetap Berjalan dengan Skala Prioritas

BACA JUGA:Whale Diduga Lakukan Short Saat Bitcoin Mendekati US$ 88.000

BACA JUGA:Dampak Kelangkaan Gas Elpiji, Ratusan Warga Bawa KTP Antri ke Pangkalan

BACA JUGA:Sekda Tegaskan: Berita Pembayaran Gaji Perangkat Desa yang Mencatut Nama Sekda OKU Selatan Tidak Benar

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab OKU Selatan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

Namun, proyek yang dijalankan akan difokuskan pada yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur tetap ada, tetapi kita fokus pada program prioritas. Proyek yang bisa ditunda akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Rahmatullah.

Bupati Abusama, Ini Tantangan Besar

Bupati OKU Selatan, Abusama SH, mengakui bahwa defisit anggaran menjadi tantangan besar bagi dirinya dalam memimpin kabupaten ini. Terlebih, ia baru saja dilantik dengan warisan beban hutang yang cukup besar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan