Kabag Humas DPRD Sumsel Tersandung Kasus Korupsi, K-MAKI: Ada Dalang di Balik Layar

Status Kabag Humas dan Protokol Arie Martharedo Masih Jadi Tanda Tanya. -Foto: Ist.-
PALEMBANG, HARIANOKUSELATAN.ID - Kasus dugaan korupsi proyek Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin yang menjerat Kabag Humas dan Protokol DPRD Sumsel, Arie Martharedo, terus menjadi perhatian publik.
Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI), Feri Kurniawan, mempertanyakan peran tersangka dalam kasus ini dan menduga adanya aktor intelektual di balik layar.
Feri menyoroti kejanggalan dalam keterlibatan Arie Martharedo, mengingat jabatannya sebagai Kabag Humas dan Protokol tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proyek infrastruktur.
BACA JUGA:Perkuat Silaturahmi dan Dulang Dukungan, HBA Gencar Safari Ramadhan
BACA JUGA:Efisiensi APBD 2025, Mendagri Tunjuk Sekjen Kemendagri Pimpin Pengawasan
"Tersangka tidak memiliki daerah pemilihan (Dapil), pokok-pokok pikiran (Pokir), atau kegiatan reses. Jadi, bagaimana mungkin ia bisa mengatur proyek dan menerima fee 20 persen?" ujarnya, Rabu (12/3/2025).
Menurut Feri, dana proyek tersebut berasal dari APBD Sumsel Tahun 2023 yang bersifat khusus untuk Kabupaten Banyuasin. Oleh karena itu, ia mempertanyakan bagaimana seorang Kabag Humas bisa memiliki wewenang dalam menentukan pemenang lelang proyek.
"Kami menduga tersangka hanyalah pesuruh yang bertugas mengambil fee. Ada aktor intelektual yang lebih berkuasa di balik kasus ini, dan Kejati Sumsel harus mengungkapnya," tegasnya.
BACA JUGA:Perkuat Dukungan Jelang PSU 2025, Joncik Hadiri Buka Puasa PKS di Lintang Kanan
BACA JUGA:Pelatih Harap Ganda Putri Indonesia Capai Target di All England 2025
Desakan K-MAKI untuk Ungkap Dalang Korupsi
K-MAKI meminta Kejati Sumsel untuk mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga mengendalikan proyek ini.
Feri juga menekankan bahwa peran Kabag Humas dan Protokol DPRD Sumsel seharusnya hanya sebatas publikasi kegiatan DPRD dan penyusunan jadwal para anggota dewan, bukan pengaturan proyek.
"Tersangka harus mengungkap siapa aktor intelektual di balik aliran dana fee 20 persen ini. Jangan hanya pasang badan," tegas Feri.