Demokrat Dukung Jokowi Bikin Partai Baru

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengaku senang dengan rencana Presiden Joko Widodo yang mau membentuk partai baru. -Foto: Fajar Ilman.-

JAKARTA, HARIANOKUSELATAN.ID - Partai Demokrat menyambut baik kabar bahwa Presiden Joko Widodo berencana mendirikan partai politik baru. Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas demokrasi di Indonesia.

"Ini justru hal yang positif. Demokrasi harus semakin terbuka, bukan malah dibatasi," ujar Herzaky kepada wartawan, Senin (10/3/2025).

BACA JUGA:Anggaran PSU di 24 Daerah Diprediksi Capai Rp 429 Miliar

BACA JUGA:Lewat Aksi Sosial, Mahasiswa Empat Lawang Dukung PSU Damai

Ia menegaskan bahwa keberagaman pilihan politik akan memberikan kesempatan bagi rakyat untuk menentukan pemimpin terbaik. Menurutnya, pembatasan jumlah calon atau dominasi segelintir kelompok bukanlah pendekatan yang sehat dalam politik.

"Kalau ada yang ingin membatasi jumlah calon, itu kurang tepat. Justru semakin banyak pilihan, semakin baik bagi demokrasi kita," lanjutnya.

BACA JUGA:Anthony Ginting Absen, Indonesia Andalkan Jonatan & Chico di All England 2025

BACA JUGA:Pelatih Persija Ungkap Fasilitas Hingga Rumput Stadion Patriot Tak Layak Untuk Liga 1

Herzaky juga menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Namun, ia menekankan pentingnya persaingan politik yang adil tanpa ada pihak yang dihambat.

"Kami tetap mendukung Pak Prabowo, tapi itu tidak berarti kami ingin membatasi calon-calon potensial lainnya. Biarkan masyarakat yang menentukan pilihan," katanya.

Ia juga menyinggung soal pentingnya menghindari praktik politik oligarki, di mana hanya segelintir pihak yang menguasai ruang demokrasi.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Bank BJB: KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil di Bandung

BACA JUGA:Usut Dugaan Kecurangan Minyakita yang Tak Sesuai Takaran, Kapolri Terjunkan Satgas

"Jangan sampai politik kita hanya dikuasai oleh kelompok tertentu yang menginginkan calon tunggal. Demokrasi harus tetap memberi ruang bagi semua yang ingin berkontribusi," tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan