INDONESIA BERGABUNG DENGAN BRICS, APA MANFAAT SERTA KERUGIANNYA, DAN BAGAIMANA STRATEGI PELAKSANAANNYA ?

--

Jakarta, HARIANOKUSELATAN – Indonesia resmi menjadi anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) pada 6 Januari 2025.

Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global serta membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan diplomasi.

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS membawa berbagai manfaat. Secara ekonomi, Indonesia mendapat akses ke pasar lebih dari 3 miliar jiwa, meningkatkan ekspor komoditas utama seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan tekstil.

Selain itu, Indonesia juga berpeluang memperoleh pendanaan dari New Development Bank (NDB) untuk proyek infrastruktur strategis.

Keuntungan lainnya adalah kerja sama teknologi dalam pengembangan digital dan energi terbarukan.

Dari segi diplomasi, BRICS menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk mendorong reformasi ekonomi global yang lebih inklusif, termasuk dalam lembaga seperti IMF dan Bank Dunia.

BACA JUGA:Honda S7 Meluncur di China, Harga Mulai Rp 500 Jutaan

BACA JUGA:Kecanggihan AI dalam Periklanan Digital: Groundhog DSP Hadirkan Teknologi DKT

BACA JUGA:Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS di Bawah Presidensi Brasil

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam kebijakan ekonomi BRICS.

Namun, bergabungnya Indonesia dalam BRICS juga membawa sejumlah tantangan. Salah satunya adalah dominasi ekonomi China dalam kelompok ini, yang dapat menimbulkan risiko ketergantungan.

Selain itu, Indonesia harus bersaing dengan negara anggota lain seperti Brasil dan Afrika Selatan dalam ekspor komoditas serupa.

Keanggotaan BRICS juga berpotensi mempengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat, mengingat BRICS sering dianggap sebagai tandingan dominasi ekonomi global yang dipimpin oleh AS dan sekutunya.

Untuk mengatasi tantangan ini, Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperkuat daya saing ekonomi domestik melalui investasi di sektor pendidikan, riset, dan teknologi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan