Dari Pemain Gagal di Chelsea, Kini Mohamed Salah Berpeluang Raih Ballon d'Or

Mohamed Salah megnungkapkan pemain favoritnya dalam sejarah Liverpool adalah mantan kapten The Reds, Steven Gerrard.- Foto: Tangkapan layar Instagram@liverpoolfc.-
JAKARTA, HARIANOKUSELATAN.ID - Mohamed Salah mengungkapkan bahwa mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, adalah pemain favoritnya dalam sejarah klub. Meski tak pernah bermain bersama, Salah mengaku sudah mengidolakan Gerrard sejak kecil, bahkan sering menggunakannya dalam permainan PlayStation.
“Saya dulu bermain dengan Steven Gerrard di PlayStation. Dia selalu ada dalam ingatan saya. Gerrard kerap mencetak gol dari jarak jauh,” ujar Salah dalam wawancara dengan CNN Amerika. “Saya pernah bertemu dengannya dua kali, dan dia adalah sosok yang luar biasa.”
BACA JUGA:Manchester City dan Tottenham Berebut Tijjani Reijnders, AC Milan Tak Gentar
BACA JUGA:Diresmikan Prabowo, Bank Emas Pegadaian dan BSI Siap Layani Masyarakat
Gerrard memang dikenal sebagai salah satu legenda terbesar Liverpool. Perannya dalam kemenangan dramatis Liga Champions 2005 melawan AC Milan semakin mengukuhkan statusnya di klub. Namun, Salah juga telah menorehkan prestasi luar biasa bersama The Reds. Sejak bergabung pada 2017 dari AS Roma dengan harga 37 juta poundsterling, ia telah mencetak 241 gol dan memberikan 109 assist dalam 387 pertandingan, serta membantu Liverpool meraih sembilan trofi utama.
Musim ini, Salah kembali menunjukkan performa impresif. Jika Liverpool berhasil menjuarai Liga Inggris ke-20 atau meraih gelar Liga Champions ketujuh di bawah kepemimpinan Arne Slot, peluangnya meraih Ballon d’Or akan semakin besar.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Pertamina Rp193,7 Triliun, Prabowo Beri Respons Tegas
BACA JUGA:Musim Hujan, BPBD OKUS Terus Himbau Warga Waspada Bencana
Mengakhiri Kutukan Ballon d'Or?
Salah telah membangun kariernya dengan membuktikan banyak keraguan salah. Jika berhasil memenangkan Ballon d'Or, itu akan menjadi pencapaian tertingginya. Pemain berusia 32 tahun ini pernah dianggap gagal saat bermain di Chelsea, hanya mencatat enam kali penampilan sebagai starter di Liga Inggris dan mencetak dua gol selama dua tahun di klub tersebut.
Setelah dipinjamkan ke Fiorentina dan AS Roma, Salah akhirnya dijual secara permanen ke Roma. Di Italia, ia berkembang pesat hingga akhirnya kembali ke Inggris dengan nilai transfer 34 juta poundsterling pada 2017. Menariknya, kepindahan Salah ke Liverpool bukanlah pilihan utama Jurgen Klopp, yang awalnya lebih menginginkan Julian Brandt dari Bayer Leverkusen. Namun, kepala perekrutan Liverpool saat itu, Dave Fallows, mendesak klub untuk merekrut Salah.
BACA JUGA:Siswa Yayasan Amal Bakti Saojah RA Al Husein Kunjungi UPT Damkar
BACA JUGA:Tingkatkan Pelayanan, UPT Puskesmas Muaradua Sapa Pengunjung
Keputusan tersebut terbukti tepat. Pada musim debutnya, Salah langsung mencetak 44 gol dari 52 pertandingan. Meski hubungannya dengan Klopp lebih bersifat profesional daripada personal, Salah tetap menjadi pemain kunci bagi Liverpool dalam berbagai kesuksesan klub.