Kenapa Motor 2-Tak Sudah Tidak Dirilis Lagi? Ini Alasannya
Ilustrasi motor RX-KING.-foto;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID - Motor 2-tak pernah menjadi primadona di era 1990-an hingga awal 2000-an. Suara khas “ngoreng”, akselerasi galak, dan bobot ringan membuat motor jenis ini sangat digemari pecinta otomotif.
Beberapa model legendaris seperti Yamaha RX-King, Suzuki Satria 120R, hingga Kawasaki Ninja 150 RR bahkan masih punya komunitas besar hingga sekarang.
Namun seiring waktu, motor 2-tak perlahan menghilang dari pasar dan tidak lagi diproduksi massal oleh pabrikan besar. Lalu sebenarnya, kenapa motor 2-tak sudah tidak dirilis lagi?
BACA JUGA:Yamaha Rilis Motor Bebek Super Irit, Konsumsi BBM Tembus 96 Km per Liter
1. Emisi Gas Buang Terlalu Tinggi
Alasan terbesar motor 2-tak ditinggalkan adalah karena emisi gas buangnya jauh lebih kotor dibanding motor 4-tak.
Pada mesin 2-tak, proses pembakaran oli samping bercampur dengan bensin. Akibatnya, asap knalpot menjadi lebih tebal dan menghasilkan polusi lebih tinggi.
Karena sistem kerjanya tersebut, banyak bahan bakar yang tidak terbakar sempurna lalu keluar lewat knalpot.
Inilah yang membuat motor 2-tak sulit memenuhi standar emisi modern seperti Euro 3, Euro 4, hingga Euro 5 yang kini diterapkan di banyak negara.
2. Boros Bahan Bakar
Selain polusi, motor 2-tak juga dikenal lebih boros dibanding motor 4-tak modern.
Karakter mesin 2-tak memang menghasilkan tenaga besar di putaran bawah hingga menengah, namun efisiensinya rendah.
Ditambah lagi pengguna harus membeli oli samping secara rutin untuk pelumasan mesin.
Di era sekarang, konsumen lebih memilih motor yang irit BBM dan minim biaya operasional.
3. Teknologi Mesin 4-Tak Semakin Maju
Dulu motor 2-tak unggul karena akselerasinya lebih responsif dibanding motor 4-tak.