MUARADUA - Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ogan Komering Ulu Selatan menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Kolaborasi ini resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat, 29 Agustus 2025.
BACA JUGA:Sekda OKU Selatan Bahas Persiapan Makan Bergizi Gratis
BACA JUGA:Dinas Koperindagkop OKUS Promosikan Produk UKM ke Tingkat Nasional
Fokus Kerja Sama dalam Tiga Bidang
Kepala MAN 1 OKU Selatan, Komarudin, S.Pd., menjelaskan bahwa MoU ini meliputi tiga bidang utama, yaitu penguatan kurikulum, penelitian bersama, dan kegiatan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, penyelarasan kurikulum dengan perguruan tinggi akan memberikan pengalaman baru bagi para siswa sekaligus menambah wawasan guru dalam dunia pendidikan.
BACA JUGA:Xiaomi Resmi Umumkan HyperOS 3, Ini Fitur Barunya
BACA JUGA:Vivo V60 Resmi Meluncur di Indonesia: Desain Premium, Kamera ZEISS, dan Snapdragon 7 Gen 4
Dukungan Penelitian dan Inovasi
Selain peningkatan kurikulum, kerja sama ini juga akan berfokus pada kegiatan penelitian bersama yang diharapkan dapat melahirkan inovasi.
Hasil penelitian tersebut nantinya bisa menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah dari kalangan pendidik maupun peserta didik di MAN 1 OKU Selatan.
BACA JUGA:Spotify Kini Hadirkan Fitur DM, Semakin Mirip Media Sosial
BACA JUGA:Roblox Kalahkan Steam, Catat Rekor Jumlah Gamer Online Bersamaan
Manfaat bagi Masyarakat
Komarudin menegaskan bahwa MoU ini tidak hanya terbatas pada internal sekolah dan universitas, melainkan juga diarahkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat.
Dengan adanya program bersama, sekolah bersama UIN Raden Fatah diharapkan mampu menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung bagi warga OKU Selatan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Kami berharap kolaborasi ini membawa manfaat besar, baik bagi peserta didik, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas,” ungkap Komarudin.