Baca Koran harianokuselatan Online - Harian Oku Selatan

Anak dan Smartphone: Dilema Orang Tua di Era Digital

Anak dan Smartphone: Dilema Orang Tua di Era Digital-desti-

Memberi anak smartphone memang bukan perkara mudah. Baik saat anak baru masuk SMP, maupun ketika usianya sudah dua digit dan mulai terus meminta ponsel sendiri, orang tua hampir pasti dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, ponsel memberi rasa aman dan kemandirian—anak bisa menghubungi orang tua kapan saja dalam kondisi darurat. Namun di sisi lain, smartphone juga membawa banyak “beban”.

Mulai dari paparan konten berbahaya di media sosial, hingga kebiasaan scroll tanpa henti yang menghabiskan waktu berjam-jam, smartphone kerap lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Masalah ini bukan hanya dialami anak-anak. Orang dewasa pun sering terjebak berlama-lama di TikTok, Instagram, Reddit, atau Facebook—aplikasi yang diam-diam menguras perhatian dan waktu tanpa terasa. Jujur saja, kita semua sebenarnya butuh detoks digital.

Di sinilah dumbphone atau ponsel non-smartphone kembali relevan.

Lebih sederhana dibanding smartphone, namun tidak setebal “ponsel bata” Nokia di masa lalu, dumbphone memungkinkan pengguna tetap bisa menelepon dan berkirim SMS tanpa godaan aplikasi, media sosial, atau notifikasi yang tiada henti. Memang tampilannya tidak semewah iPhone terbaru, tapi fungsinya tepat sasaran—dan harganya jauh lebih terjangkau.

 

Baik untuk ponsel pertama anak, pilihan bebas media sosial bagi remaja, maupun alternatif simpel bagi orang dewasa yang ingin hidup lebih fokus, dumbphone bisa menjadi solusi praktis agar tetap terhubung tanpa kehilangan kendali.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan