Aktivitas Arus Balik Lebaran di Sumsel Masih Tinggi, Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian
Arus balik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan masih tinggi dengan kepadatan di sejumlah jalur utama. Cuaca ekstrem menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai pemudik.--
Sumatera Selatan, — Aktivitas arus balik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih menunjukkan peningkatan signifikan. Ribuan pemudik yang kembali ke kota asal mulai memadati sejumlah jalur utama, baik jalur darat maupun transportasi umum seperti kereta api dan angkutan bus antar kota.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan lalu lintas terjadi di beberapa titik strategis, seperti ruas Tol Kayuagung–Palembang serta jalur lintas timur Sumatera. Kendaraan pribadi masih mendominasi arus balik, disusul oleh bus dan kendaraan logistik. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar meski sesekali terjadi perlambatan.
BACA JUGA:Jembatan Penghubung di Ogan Ilir Rusak, Aktivitas Warga Terganggu
BACA JUGA:Viral! Emak-Emak di Palembang Gerebek Diduga Gudang Minyak Ilegal
Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan terus melakukan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan. Sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan juga masih disiagakan hingga puncak arus balik diperkirakan berakhir pada akhir pekan ini.
Selain kepadatan kendaraan, faktor cuaca menjadi perhatian serius dalam arus balik kali ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumsel. Kondisi ini berisiko menyebabkan genangan air, pohon tumbang, hingga terganggunya jarak pandang pengendara.
BACA JUGA:Komponen Mobil yang Wajib Dicek Usai Mudik Lebaran
BACA JUGA:iQOO Z11 Resmi Dirilis, Baterai Jumbo 9.050 mAh dan Layar 165 Hz
“Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan hindari berkendara saat cuaca ekstrem,” ujar salah satu petugas di posko arus balik.
Di sektor transportasi publik, jumlah penumpang kereta api dan bus antar kota juga mengalami lonjakan. Stasiun Kertapati Palembang mencatat peningkatan jumlah penumpang sejak H+2 Lebaran. Banyak masyarakat memilih kembali lebih awal guna menghindari puncak kepadatan.
Sementara itu, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang juga mengalami peningkatan trafik penumpang. Maskapai penerbangan bahkan menambah jadwal penerbangan tambahan untuk mengakomodasi lonjakan tersebut.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Saat Arus Balik Lebaran 2026
BACA JUGA:Evaluasi Layanan Kesehatan, Kadinkes OKU Selatan Sidak 19 Puskesmas
Di sisi lain, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel atau work from home (WFH) yang masih diberlakukan pasca-Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus balik dan memberikan waktu yang lebih longgar bagi masyarakat dalam perjalanan kembali.