Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Ribuan Korban Jiwa dan Bangunan Runtuh di Bangkok

--

Yangon, 30 Maret 2025 – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3), menyebabkan kehancuran besar dan korban jiwa yang terus bertambah. Hingga Sabtu (29/3), otoritas setempat melaporkan sedikitnya 1.700 orang tewas dan lebih dari 3.400 lainnya mengalami luka-luka. Ribuan orang masih dinyatakan hilang di tengah upaya pencarian dan penyelamatan yang berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

Bangunan Runtuh di Bangkok
Getaran gempa terasa hingga sejauh 1.000 km, termasuk di Bangkok, Thailand. Sebuah gedung tinggi yang sedang dalam tahap konstruksi ambruk akibat guncangan, menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas, 33 orang terluka, dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Tim penyelamat masih bekerja keras mencari korban yang tertimbun reruntuhan.

Upaya Pencarian dan Bantuan
Operasi penyelamatan terus berlanjut di kedua negara, dengan bantuan internasional mulai berdatangan. China, Rusia, India, dan Thailand telah mengirimkan tim penyelamat dan bantuan medis ke Myanmar. Namun, upaya evakuasi menghadapi tantangan besar akibat infrastruktur yang rusak dan komunikasi yang terputus di beberapa daerah terdampak.

Di tengah musibah ini, secercah harapan muncul ketika seorang wanita berhasil diselamatkan dari reruntuhan di Mandalay setelah terperangkap selama 30 jam. Namun, kebutuhan akan pasokan medis, makanan, dan air bersih semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah korban.

Kondisi di Myanmar: Gempa dan Konflik Militer
Selain dampak gempa, Myanmar juga menghadapi situasi genting akibat konflik bersenjata yang masih berlangsung. Militer Myanmar dilaporkan melancarkan serangan udara di beberapa wilayah yang telah dinyatakan dalam keadaan darurat.

Sebagai respons terhadap bencana ini, Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar (National Unity Government/NUG) mengumumkan penghentian sementara operasi militer ofensif di wilayah terdampak selama dua minggu ke depan, kecuali untuk pertahanan diri. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar proses bantuan kemanusiaan bagi para korban.

Krisis Kemanusiaan Membayangi
Saat pencarian korban memasuki hari kedua, ribuan keluarga masih menunggu kabar tentang orang-orang terkasih mereka. Situasi di Myanmar semakin memburuk dengan keterbatasan sumber daya medis dan kebutuhan dasar lainnya.

 

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan infrastruktur yang rusak parah, dunia internasional kini mengarahkan perhatian pada Myanmar untuk memberikan dukungan dalam menghadapi bencana ini. Pihak berwenang dan organisasi kemanusiaan terus bekerja keras untuk menyalurkan bantuan dan menyelamatkan nyawa di tengah situasi yang sangat sulit ini.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan