Tanggulangi Kelangkaan, Pemkab OKU Selatan Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg

Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg-desti-

MUARADUA, HARIAN OKU SELATAN – Untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan bersama Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menggelar operasi pasar gas murah di halaman Kantor Camat Muaradua, Kamis (27/3/2025).

Sebanyak dua mobil dengan total 1.120 tabung gas elpiji 3 Kg disediakan dalam operasi ini. Warga dapat membeli dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 18.500 per tabung.

Bupati OKU Selatan Abusama, SH, hadir langsung dalam kegiatan ini bersama Asisten II Natalion, S.STP., M.Si., Wakapolres OKU Selatan Kompol Hendro Swarno, MH, Camat Muaradua Evan Kurniawan, SE, serta jajaran kepolisian.

Operasi ini disambut antusias oleh ratusan warga yang datang untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi.

Bupati Abusama menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji akibat keterbatasan stok.

BACA JUGA:Kapolri Kunjungi Kediaman Alm. AKP Lusiyanto dan Alm. AIPDA Petrus Aprianto di OKU Timur

BACA JUGA:Puluhan Kamar Napi Lapas Kelas IIB Muaradua Digeledah dalam Razia Keamanan

BACA JUGA:Perkuat Koordinasi Antara Pemerintah Daerah Dan Pemerintah Desa Melalui Momen Buka Puasa Bersama

“Kami memahami kesulitan masyarakat akibat keterbatasan stok gas elpiji. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi nyata agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Abusama.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mencari solusi jangka panjang untuk memastikan distribusi gas lebih stabil dan merata di seluruh wilayah OKU Selatan.

“Kami tidak ingin masyarakat terus-menerus mengalami kesulitan mendapatkan gas. Ke depan, kami akan memperkuat pengawasan distribusi dan memastikan stok tersedia sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh pihak, termasuk agen dan distributor, untuk bekerja sama menjaga stabilitas pasokan gas elpiji bersubsidi agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat. (dst)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan