Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di OKU Selatan Jelang Idul Fitri, Warga Rela Bayar Mahal Asal Ada Barang

--

Muaradua –Menjelang Idul Fitri, masyarakat OKU Selatan menghadapi kelangkaan gas elpiji 3 kg yang telah berlangsung hampir tiga pekan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di berbagai pangkalan dan pengecer, dengan warga rela berdesakan demi mendapatkan tabung gas yang semakin sulit ditemukan.

 

Selain ketersediaannya yang terbatas, harga gas elpiji subsidi ini juga mengalami lonjakan signifikan. Di tingkat agen resmi, harga berkisar antara Rp 25 ribu per tabung. Sementara itu, di tingkat pengecer, harga bahkan mencapai Rp 40 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.

 

Meski harga melonjak, banyak warga tetap memilih membeli dengan harga tinggi daripada kehabisan stok.

 

“Mau bagaimana lagi? Yang penting ada barangnya. Kalau tidak ada gas, kami susah masak, apalagi sebentar lagi Lebaran,” kata Samsuri, salah satu warga yang mengantri. Selasa (25/03/2025)

 

Senada dengan itu, seorang ibu rumah tangga mengungkapkan kekhawatirannya. “Setiap hari saya cari gas ke beberapa tempat, tapi sering kosong. Sekalinya ada, harganya mahal. Kami terpaksa beli karena kebutuhan,” jelasnya.

 

Kondisi ini menjadi keluhan bagi banyak masyarakat, terutama pedagang kecil yang mengandalkan gas elpiji untuk berjualan makanan. Beberapa pedagang bahkan mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat sulitnya mendapatkan gas.

 

Di sisi lain, pihak Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Muara Dua juga merasa heran dengan situasi ini. Padahal, mereka mengklaim telah menambah pasokan selama bulan Ramadan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan