6 Alasan Mobil Bekas Banjir Susah Laku

Mobil terendam banjir.-Foto ;ist-
HARIANOKUSELATAN.ID – Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan kerugian material bagi pemilik kendaraan, tetapi juga berdampak signifikan pada pasar mobil bekas. Mobil yang pernah terendam air memiliki banyak risiko kerusakan tersembunyi, sehingga calon pembeli cenderung menghindarinya. Menurut informasi dari situs resmi Suzuki Indonesia, berikut adalah 6 alasan utama mengapa mobil bekas banjir susah laku.
1. Kerusakan Mesin yang Parah
Salah satu dampak terburuk dari mobil bekas yang pernah terkena banjir adalah kerusakan mesin. Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen penting seperti sistem pembakaran, transmisi, dan bagian internal lainnya.
BACA JUGA:iPad Air M3 2025: Spesifikasi, Performa, dan Harga
BACA JUGA:Realme Pamer Ponsel Konsep dengan Lensa DSLR di MWC 2025
Water Hammer: Air yang terperangkap di dalam silinder dapat menyebabkan fenomena water hammer, yaitu tekanan air yang tiba-tiba menghantam komponen mesin, sehingga mengakibatkan kerusakan serius.
Biaya Perbaikan: Kerusakan mesin akibat banjir seringkali membutuhkan perbaikan besar atau bahkan penggantian mesin secara keseluruhan, yang tentunya menguras kantong pemilik.
2. Kerusakan Sensor dan Sistem Kelistrikan
Cairan banjir dapat mengakibatkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil.
Komponen Elektronik Rentan: Unit kontrol mesin (ECU), kabel-kabel kelistrikan, serta sensor-sensor yang mengatur berbagai fungsi seperti lampu, wiper, dan sistem pendingin, sangat rentan rusak ketika terpapar air.
Dampak Kinerja: Kerusakan pada sistem kelistrikan ini tidak hanya mempengaruhi performa mesin, tetapi juga dapat mengganggu fungsi-fungsi pendukung lainnya, sehingga perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang mahal.
3. Bagian Bawah Mobil Karatan
Air banjir, terutama yang mengandung garam atau bahan kimia, dapat mempercepat proses korosi pada bagian logam mobil.
Korosi Struktural: Bagian bawah mobil seperti rangka, sistem suspensi, dan komponen lain yang terbuat dari logam menjadi sangat rentan terhadap karat.