Kemiskinan Sumsel Capai 9,85 Persen, Masih di Atas Rata-rata Nasional
Angka kemiskinan di Sumatera Selatan mencapai 9,85 persen, masih di atas rata-rata nasional. Pemerintah terus menggencarkan program pengentasan kemiskinan.--
Harian OKU Selatan.ID- Tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel) masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di provinsi ini tercatat mencapai 9,85 persen, yang berarti masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan masih perlu diperkuat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Data tersebut menggambarkan bahwa masih ada ratusan ribu masyarakat Sumsel yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar berada di wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta lapangan pekerjaan yang layak. Sektor informal masih mendominasi sumber penghasilan masyarakat, sehingga rentan terhadap gejolak ekonomi.
BACA JUGA:Musim Kemarau di Sumsel Dimulai Mei 2026, Puncaknya Juli–Agustus
BACA JUGA:7 Fitur Tersembunyi Android yang Bikin HP Lebih Praktis dan Efisien
Pemerintah Provinsi Sumsel mengakui bahwa meskipun angka kemiskinan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, laju penurunannya belum cukup signifikan untuk mengejar rata-rata nasional. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dampak perlambatan ekonomi global.
“Penurunan tetap ada, namun belum optimal. Kami terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program yang menyasar langsung masyarakat,” ujar salah satu pejabat pemerintah daerah.
Beberapa daerah di Sumsel tercatat memiliki tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Kabupaten dengan akses infrastruktur terbatas dan minim investasi menjadi wilayah yang paling terdampak. Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan.
BACA JUGA:Cek WhatsApp Anda Sekarang! Ini Tanda dan Cara Mengetahui Akun Disadap Jarak Jauh
BACA JUGA:Bocoran Honda Vario 160 Terbaru, Siap Dibekali Fitur Canggih
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menggulirkan sejumlah program strategis, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan kerja. Program bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi juga terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, pengembangan sektor unggulan daerah seperti pertanian, perkebunan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi fokus utama dalam menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah berharap dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor-sektor tersebut, pendapatan masyarakat dapat meningkat secara bertahap.
BACA JUGA:Gerak Cepat, Puskesmas BPRRT Berikan Pertolongan Medis ke Korban Banjir di OKU Selatan
BACA JUGA:Iran Klaim Hantam 500 Tentara AS di Dubai, Ancaman Balasan Kian Memanas
Namun demikian, para pengamat ekonomi menilai bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial. Diperlukan pendekatan jangka panjang yang berkelanjutan, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas.