Banyak yang Belum Paham, Ini 3 Etika Mengerem Motor di Jalan Raya
HARIANOKUSELATAN.ID – Berkendara sepeda motor di jalan raya tidak hanya menuntut kemampuan mengendalikan gas dan rem, tetapi juga pemahaman etika berlalu lintas. Sayangnya, masih banyak pengendara yang merasa sudah mahir mengerem, namun belum memahami etika pengereman yang aman dan bertanggung jawab, khususnya di kondisi lalu lintas padat dan dinamis.
Etika mengerem sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Di jalan raya, terutama kawasan perkotaan dengan kepadatan tinggi, satu kesalahan kecil saat mengerem bisa memicu kecelakaan beruntun.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa pengereman memiliki peran krusial dalam mencegah kecelakaan. Menurutnya, cara pengendara menarik rem bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kepedulian dan tanggung jawab di jalan.
“Dalam kondisi lalu lintas padat, pengereman yang dilakukan secara sembarangan bisa sangat berbahaya. Cara kita mengerem dapat berdampak langsung pada keselamatan diri sendiri dan orang lain,” jelas Agus.
BACA JUGA:Peluncuran PS6 Terancam Mundur Karena Harga RAM Meroket
BACA JUGA:Soundcore Sleep A30 Rilis, TWS Tidur dengan ANC Pintar Anti Berisik
Oleh karena itu, pemahaman mengenai etika pengereman perlu terus disosialisasikan agar pengendara tidak hanya fokus pada kecepatan dan keterampilan, tetapi juga pada sikap berkendara yang aman dan saling menghargai.
1. Selalu Mengantisipasi dan Menjaga Jarak Aman
Etika mengerem sejatinya dimulai sebelum tuas rem ditarik. Pengendara wajib memiliki kemampuan membaca situasi lalu lintas dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Di jalan raya, perubahan kondisi bisa terjadi dalam hitungan detik, seperti kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang, atau kendaraan lain berpindah jalur tanpa isyarat.
Dengan jarak aman yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengerem secara bertahap dan terkontrol. Hal ini membantu menghindari pengereman mendadak yang berisiko membuat motor kehilangan keseimbangan atau ditabrak kendaraan dari belakang.
Menjaga jarak juga memberi ruang bagi pengendara untuk mengambil keputusan yang lebih aman, terutama saat melaju di kecepatan menengah hingga tinggi.
2. Gunakan Teknik Pengereman yang Seimbang
Etika pengereman tidak bisa dilepaskan dari teknik yang benar. Pengendara dianjurkan menggunakan rem depan dan belakang secara seimbang serta tidak menarik tuas rem secara kasar atau spontan.
Masih banyak pengendara yang hanya mengandalkan satu rem, baik rem depan maupun belakang, atau melakukan pengereman mendadak karena panik. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan roda terkunci, motor tergelincir, atau kehilangan kendali.
Teknik pengereman yang seimbang akan membantu menjaga stabilitas motor, terutama di kondisi jalan yang licin akibat hujan, terdapat pasir, marka jalan, atau permukaan aspal yang tidak rata. Pengendara juga perlu menyesuaikan tekanan rem dengan kecepatan dan kondisi jalan agar motor tetap terkendali.
BACA JUGA:Persija Dua Kali Tundukkan Ratchaburi FC, Persib Ditantang Buktikan Kelas di ACL Two
