Beberapa Grup Hacker Akui Bobol Server Ubisoft, Muncul Dugaan Impostor
HARIANOKUSELATAN.ID – Ubisoft kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan mengalami insiden serius terkait keamanan siber. Perusahaan game raksasa asal Prancis tersebut disebut-sebut menjadi target pembobolan hacker yang berdampak hingga ke server Rainbow Six Siege, memaksa Ubisoft melakukan penutupan server sementara dan rollback data.
Namun situasi menjadi semakin rumit setelah beberapa grup hacker berbeda muncul ke publik dan saling mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembobolan tersebut. Bahkan, salah satu grup secara terbuka menuduh grup lain berbohong dan mengaku-ngaku, sehingga memunculkan dugaan adanya impostor dalam kasus ini.
BACA JUGA:Bocoran Map Pokémon Wind/Waves Muncul, Diduga Terinspirasi Indonesia dengan Posisi Diubah
BACA JUGA:Prediksi BMKG: 12 Wilayah Sumsel Hujan Deras hingga 1 Januari 2026
Klaim Awal: Data Raksasa 900GB Dicuri
Laporan awal yang beredar di internet menyebutkan bahwa Ubisoft mengalami pencurian data dalam skala besar. Data yang diklaim bocor mencakup source code, alat internal pengembangan, hingga informasi terkait game yang sudah dirilis maupun yang masih dalam tahap pengembangan.
Jumlah data yang disebutkan mencapai 900GB, angka yang langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan pemain dan komunitas industri game. Namun klaim tersebut dengan cepat dipertanyakan karena tidak disertai bukti konkret yang dapat diverifikasi secara publik.
Klarifikasi: Data Pengguna Disebut Aman
Akun Twitter/X asal Spanyol, Taison TV, kemudian memberikan klarifikasi bahwa data pengguna tidak dibobol, serta menyebut klaim kebocoran 900GB sebagai informasi yang tidak akurat. Grup yang mengaku melakukan pembobolan juga disebut tidak mampu menunjukkan bukti valid atas klaim mereka.
Klarifikasi ini meredam sebagian kepanikan, namun justru membuka babak baru perdebatan mengenai siapa sebenarnya pelaku di balik insiden tersebut.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Desember 2025 Capai Tertinggi Rp 3.395
BACA JUGA:Tahun Baru 2026 Tanpa Euforia! Gubernur Sumsel Instruksikan Kepala Daerah Jaga Kamtibmas
Metode MongoBleed Jadi Sorotan
Menurut laporan dari VX-Underground, sebuah grup riset keamanan siber, pembobolan server Ubisoft diduga memanfaatkan metode MongoBleed, yaitu celah keamanan serius pada sistem basis data MongoDB.
Celah ini teridentifikasi sebagai CVE-2025-14847, yang memungkinkan penyerang tanpa izin untuk membaca kebocoran memori MongoDB. Dengan eksploitasi ini, hacker berpotensi mengakses data sensitif yang tersimpan di server, mulai dari konfigurasi internal hingga aset pengembangan.
Metode ini dikenal berbahaya karena sering kali tidak memerlukan autentikasi yang kompleks, sehingga dapat dimanfaatkan jika konfigurasi keamanan server tidak diperbarui atau disetel dengan benar.
Lima Grup Hacker, Lima Klaim Berbeda
Berdasarkan rangkuman pernyataan yang beredar, setidaknya lima grup hacker kini mengklaim terlibat atau memiliki pengetahuan langsung terkait pembobolan server Ubisoft.

